Isu Kudeta Partai Demokrat
Benarkan Sikap Presiden soal KLB Demokrat, Hendri Satrio: Pak Jokowi Itu Begini-begini Jago
Pengamat Politik, Hendri Satrio membenarkan sikap dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menyikapi persoalan di Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik, Hendri Satrio membenarkan sikap dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menyikapi persoalan di Partai Demokrat.
Menurut Hendri Satrio, Jokowi memang tidak perlu memberikan tanggapan apapun terkait persaingan antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Moeldoko.
Meskipun di satu sisi Moeldoko sendiri merupakan pejabat dekatnya, yakni sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).
Hal itu disampaikannya dalam acara Panggung Demokrasi yang tayang di kanal YouTube Tribunnews.com, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Hendri Satrio Sebut Ada Blunder dari AHY dan SBY soal KLB Partai Demokrat: Artinya Memang Itu Kuat
Baca juga: DPP Partai Demokrat Sebut Tangisan Darmizal sebagai Lelucon dan Fitnah Besar soal Uang Setoran Kader
"Sekarang sih Presiden Jokowi tidak usah ngomong apa-apa," ujar Hendri Satrio.
"Kalau dia ngomong apa-apa malah membuat rakyat menjadi bingung," imbuhnya.
Hendri Satrio lantas memberikan pujian kepada Jokowi dalam menyikapi beberapa masalah politik di Tanah Air.
Termasuk yang terbaru dalam hal ini adalah dualisme di partai berlogo mercy tersebut.
"Udah benar Pak Jokowi dilepasin saja itu Moeldoko," kata Hendri Satrio.
"Pak Jokowi itu begini-begini jago," sambungnya.
Sebagai gambaran, Hendri Satrio menyebut bahwa Jokowi saat ini tengah mengamati gejolak di Partai Demokrat.
Termasuk juga melihat bagiamana respons dari masyarakat.
"Satu hal saja, dia tinggal naik ke menara paling tinggi, dia lihat, terus dia dengerin, terus dia cium," ungkapnya.
"Kira-kira masyarakat ini dukung siapa, dukung Moeldoko atau dukung SBY."
Baca juga: Andi Mallarangeng Terima Kasih ke Gatot yang Tolak Kudeta Demokrat: Beda dengan Jenderal Satu Itu
Lebih lanjut, Hendri Satrio menyebut tidak menutup kemungkinan jika nantinya langkah yang akan diambil Jokowi adalah dengan melakukan reshuffle.
Menurutnya, hal itu akan terjadi ketika memang banyak masyarakat yang lebih mendukung kepemimpinan Partai Demokrat hasil kongres ke-V tahun 2020, bukan yang dari KLB.