Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Respons Demokrat saat Eks Kader Nangis Tersedu-sedu Ngaku Menyesal Pernah Dukung SBY: Jangan Drama

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra justru menganggap tangisan Darmizal hanya sandiwara belaka.

YouTube/tvOneNews
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Jumat (19/2/2021). Herzaky menanggapi Darmizal yang menangis tersedu-sedu saat konferensi pers Partai Demokrat kubu Moeldoko. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan kader Partai Demokrat, Darmizal, sempat menangis tersedu-sedu saat mengaku menyesal mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga terpilih di Kongres Partai Demokrat 2015.

Dilansir TribunWow.com, Partai Demokrat pun menanggapi tangis Darmizal tersebut.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra justru menganggap tangisan Darmizal hanya sandiwara belaka.

Eks kader Partai Demokrat Darmizal menahan tangis saat berbicara dalam konferesi pers yang digelar kubu kontra-AHY di Jakarta, Selasa (9/3/2021).
Eks kader Partai Demokrat Darmizal menahan tangis saat berbicara dalam konferesi pers yang digelar kubu kontra-AHY di Jakarta, Selasa (9/3/2021). (YouTube Kompas TV)

Baca juga: Demokrat Kubu KLB Beberkan Video Pernyataan SBY Ngaku Bukan Pendiri Partai: Rekamannya Utuh, Jelas

Baca juga: Moeldoko Awalnya Ngaku Cuma Ngopi, Andi Mallarangeng soal Pemecatan Kader Demokrat: Pengkhianat

Ia pun meminta Darmizal agar tak terbawa perasaan (baper) karena dipecat oleh Partai Demokrat.

"Mantan kader, jangan baper. Bukan sinetron Korea ini. Jangan buat drama," kata Herzaky, dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/3/2021).

"Seakan-akan paling punya jasa dan paling peduli terhadap partai ini."

Menurut Herzaky, Darmizal hanya ingin membuat drama baru dalam konflik upaya pendongkelan kursi kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pasalnya, Herzaky selama ini mengenal Darmizal tak memiliki jasa apa pun untuk Partai Demokrat.

Baca juga: Sambangi Mahfud MD, AHY: Kami Harap Tragedi Pencaplokan Kepemimpinan Partai Demokrat Segera Usai

Baca juga: Ngaku akan Objektif soal Kisruh Demokrat, Yasonna Laoly Tegur SBY dan AHY: Jangan Main Serang-serang

Justru, Darmizal memilih meninggalkan Partai Demokrat dan menjadi relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

"Pas kami butuh bantuan di Pileg 2019, pas survei Partai Demokrat lagi jatuh-jatuhnya," kata Herzaky.

"Sekitar 3-4 persen, dengan ancaman gagal electoral threshold, Darmizal malah kabur menjadi relawan Jokowi."

Karena itu, Herzaky memetanyakan pernyataan Darmizal yang mengaku peduli pada Partai Demokrat.

Apalagi menurut Herzaky, tindakan Darmizal di Pilpres 2019 itu termasuk sebagai pengkhianatan terhadap Partai Demokrat.

"Kalau sudah berkhianat sebelumnya, tak heran kalau kemudian berkhianat lagi dengan membawa-bawa orang luar untuk dijadikan Ketua Umum dalam Kongres Luar Biasa dagelan yang tidak sah dan tidak dihadiri pemilik suara," lanjutnya.

Tangis Darmizal 

Sebelumnya, kubu Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Konferensi pers tersebut membahas keabsahan KLB Partai Demokrat buatan Jhoni Allen Marbun Cs yang berlangsung di Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021) pekan lalu.

Salah satu inisiator KLB Deliserdang, Darmizal, mengungkapkan latar belakang pelaksanaan kongres tersebut.

Baca juga: Sosok Apri Sujadi, Bupati Bintan yang Dipecat dari Kader Demokrat oleh AHY karena Hadiri KLB

KLB digelar salah satunya dilatari kekecewaan para kader di DPD dan DPC atas pemberlakuan Peraturan Organisasi (PO) Partai Demokrat Nomor 01/2019.

PO 01/2019 tersebut, kata Darmizal, mewajibkan fraksi tingkat I Provinsi dan tingkat II kabupaten/kota untuk menyetor uang tiap bulan kepada DPP.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved