Breaking News:

Terkini Daerah

Pria di Banyumas Dituntut karena Batalkan Pernikahan, Dekati Wanita Lain seusai Lamar Calon Istri

Pria di Banyumas dituntut sebesar Rp 150 juta setelah membatalkan pernikahannya secara sepihak.

KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Orangtua SSL (31), Mansur (75) dan Sarifah (66) di rumahnya Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Selasa (9/3/2021). Sarifah menceritakan bagaimana calon menantunya mendekati wanita lain meskipun sudah melamar anaknya sebagai calon istri. 

TRIBUNWOW.COM - Denda sebesar Rp 150 juta dijatuhkan oleh Mahkamah Agung (MA) terhadap AS (32), seorang pria asal Banyumas, Jawa Tengah.

Sanksi tersebut dijatuhkan karena AS membatalkan pernikahannya dengan SSL (31) secara sepihak.

Pihak keluarga SSL menyebut, AS ternyata sudah mendekati wanita lain meski telah melamar SSL untuk menjadi calon istrinya.

Ilustrasi pria di Banyumas mendekati wanita lain meskipun telah merencanakan pernikahan dengan calon istrinya.
Ilustrasi pria di Banyumas mendekati wanita lain meskipun telah merencanakan pernikahan dengan calon istrinya. (NET)

Baca juga: Janji Menikahi tapi Malah Batalkan Lamaran, Pria di Banyumas Divonis Hukuman Bayar Rp 150 Juta

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, hal itu disampaikan oleh ibu dari SSL, Sarifah (66).

Sarifah mengatakan, kala itu AS membatalkan pernikahan hanya bersama dua temannya, tidak dengan pihak keluarga.

"Anak saya bilang tidak terima saat itu. Mbok orangtua yang datang ke sini, malah bawa temannya," kata Sarifah didampingi suaminya, Mansur (75) di rumahnya Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Selasa (9/3/2021).

Sarifah bercerita, AS ternyata sudah dekat dengan wanita lain meski telah melamar calon istri.

"Sudah lamaran sudah apa, tapi AS dengan perempuan lain, jadi anak saya marah," kata Sarifah.

Ia mengatakan, pihak keluarga SSL sudah mempersiapkan beragam kebutuh acara pernikahan SSL, mulai dari undangan hingga organ tunggal.

Dalam berkas gugatan, kasus bermula dari lamaran AS terhadap SSL pada bulan Februari 2018.

Rencananya, akad nikah akan dilaksanakan pada tahun depan.

Lalu di bulan Oktober 2018, AS datang menemui orangtua SSL sembari menyatakan batal melangsungkan pernikahan.

Pihak keluarga SSL yang tidak terima kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, pada 27 Juni 2019 dengan tuntutan ganti rugi total sebesar Rp 1,5 miliar dengan rincian kerugian materiil sebesar Rp 500 juta dan imateriil Rp 1 miliar.

Dalam putusan PN Banyumas, AS dijatuhi hukuman membayar ganti rugi imaterill Rp 100 juta.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved