Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Enggan Disebut Jubir Moeldoko, Ngabalin Siap Lawan jika Jokowi Terus Diseret: Tak Ada Urusan Saya

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengaku tak membela Kepala KSP, Moeldoko.

YouTube/tvOneNews
Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengaku menyayangkan sikap dari SBY sampai harus 'turun gunung' mengatasi gerakan pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD). 

TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengaku tak membela Kepala KSP, Moeldoko.

Dilansir TribunWow.com, Ngabalin menyebut akan melawan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikaitkan dengan terpilihnya Moeldoko sebagai ketua umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB).

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Senin (8/3/2021).

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin merasa heran nama Kepala KSP Moeldoko terus-terusan disinggung oleh Demokrat. Hal tersebut disampaikan oleh Ngabalin dalam wawancara secara virtual, bersama jurnalis KompasTV Muhammad Ibrahim, Kamis (25/2/2021).
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin merasa heran nama Kepala KSP Moeldoko terus-terusan disinggung oleh Demokrat. Hal tersebut disampaikan oleh Ngabalin dalam wawancara secara virtual, bersama jurnalis KompasTV Muhammad Ibrahim, Kamis (25/2/2021). (YouTube Kompastv)

Baca juga: Sebut Ali Ngabalin Tak Pantas Beri Selamat kepada Moeldoko, Andi Mallarangeng: Mestinya Sayangkan

Baca juga: Andi Mallarangeng Singgung Nama Jokowi soal Kudeta di Demokrat, Ali Ngabalin: Dikit-dikit Presiden

Ngabalin menolak jika disebut sebagai juru bicara Moeldoko.

"Saya memerjelas posisi saya ya, saya bukan juru bicara Moeldoko," ujar Ngabalin.

"Anda (Analis Politik, Saiful Mujani) juga bukan juru bicara AHY atau Demokrat."

Ngabalin mengaku tidak tahu menahu soal kudeta Partai Demokrat.

Apalagi, menurutnya pemerintah terus disangkutpautkan dengan KLB Partai Demokrat bisa digelar di Deliserdang, Sumatera Utara.

"Sehingga narasi atau diksi yang kita pakai hari ini harus jelas," jelas Ngabalin.

"Kalau Bang Saiful bertanya tentang anggaran dasar rumah tangga dan kenapa KLB harus diproses."

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved