Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Disebut Andi Bukan Lagi Kader Demokrat, Max Sopacua: Anda yang Tidak Boleh Duduk di Partai Demokrat

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng menyebut bahwa Max Sopacua bukan lagi kader Demokrat.

YouTube/metrotvnews
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng (kiri) menyebut bahwa Max Sopacua (kanan) bukan lagi kader Partai Demokrat. 

Max Sopacua menegaskan bahwa keputusan Partai Demokrat untuk mengeluarkan kadernya tidak berlaku jika bukan dari keputusan di pengadilan.

Baca juga: Jhoni Allen Sebut Demokrat Otoriter, Herzaky: Nyanyian Sumbang dari Para Mantan Kader yang Dipecat

Baca juga: Refly Harun Ungkap Kelemahan AHY maupun Gerakan Kudeta Demokrat: Hanya Jadi Kendaraan Para Elit

"Partai Demokrat boleh mengatakan mengeluarkan sekian puluh orang, tapi kita akan membuat keputusan-keputusan yang mengikat itu atas dasar keputusan pengadilan," kata Max Sopacua.

Lebih lanjut, dirinya justru mempersoalkan keberadaan Andi Mallarangeng di Partai Demokrat.

Menurutnya, seorang Andi Mallarangeng yang pernah bermasalah dengan hukum tidak seharusnya masih menempati jabatan di Partai Demokrat.

"Jadi Pak Andi harus sadar terhadap hal itu. Saya mau mengatakan Pak Andi sebenarnya tidak boleh masuk dalam Partai Demokrat karena Anda baru keluar dari penjara," terangnya.

"Orang yang keluar dari penjara jangan masuk ke politik lagi karena Anda dipenjara itulah yang menghancurkan Partai Demokrat pada waktu itu," imbuhnya.

"Dengan apa yang terjadi di Hambalang, itu elektabilitas Partai Demokrat turun derastis."

Max Sopacua menyebut Andi Mallarangeng sudah tidak pantas menjadi seorang kader partai politik dan harusnya keluar dari Partai Demokrat.

"Saya minta Pak Andi sadar bahwa orang orang-orang yang duduk di dalam kepartaian itu harus bersih."

"Anda jangan mengatakan bahwa saya sudah memutuskan keluar. Anda yang tidak boleh duduk di Partai Demokrat lagi," pungkasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved