Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Reaksi Herzaky saat Ditantang Jhoni Allen Nyanyikan Hymne Partai Demokrat: Saya Tidak Biasa Karaoke

Mantan kader Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun menantang Herzaky Mahendra Putra untuk menyanyikan lagu hymne partai.

youtube metrotvnews
Kolase Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra (kanan) dan eks kader Demokrat Jhoni Allen (kiri). Jhoni Allen menantang Herzaky untuk menyanyikan lagu hymne partai. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan kader Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun menantang Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra untuk menyanyikan lagu hymne partai.

Dilansir TribunWow.com, momen tersebut terjadi dalam acara Prime Talk 'MetroTV', Selasa (2/3/2021).

Pada kesempatan itu, Jhoni Allen awalnya mempertanyakan alasan pemecetan dirinya dari partai.

Mantan Politisi Demokrat, Jhoni Allen Marbun (kiri), dan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat (PD), Herzaky Mahendra Putra (kanan), dalam kanal YouTube metrotvnews, Selasa (2/3/2021).
Mantan Politisi Demokrat, Jhoni Allen Marbun (kiri), dan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat (PD), Herzaky Mahendra Putra (kanan), dalam kanal YouTube metrotvnews, Selasa (2/3/2021). (YouTube metrotvnews)

Baca juga: Refly Harun Ungkap Kelemahan AHY maupun Gerakan Kudeta Demokrat: Hanya Jadi Kendaraan Para Elit

Baca juga: Selain Moeldoko, Ridwan Kamil Masuk Calon Ketum Demokrat Versi Pro KLB, Pengamat: Akan Terjebak

Pasalnya menurut Jhoni Allen, tidak pernah ada pembicaraan ataupun pemeriksaan terlebih dahulu sebelum pemecatan itu.

Oleh karena itu, ia menyebut bahwa pemecetannya bersama para kader lainnya sebagai bentuk arogansi kekuasaan.

Menanggapi hal tersebut, Herzaky menilai sudah tidak perlu lagi dilakukan pemeriksaan.

Hal itu karena pihaknya sudah mendapatkan data dan fakta yang terang benderang terkait sikap tujuh kadernya.

Sehingga dikatakan Herzaky, tidak perlu ada lagi keterangan dari yang bersangkutan.

"Kalau dari kami sudah cukup jelas, bahwa perbuatan tingkah laku buruk para kader yang dipecat itu sudah merupakan fakta terang benderang. Oleh karenanya tidak perlu lagi dipanggil untuk diperiksa," jelas Herzaky.

"Jadi prosesnya kita kumpulkan data dan fakta dulu, banyak saksi, banyak kader-kader kami yang sudah bertemu dengan Pak Jhoni Allen maupun para pelaku GPK lainnya," imbuhnya.

"Dari mereka kemudian sudah cukup bagi kami, sudah ada kesaksian yang terang-benderang dan juga sudah ada bukti-buktinya."

Baca juga: Sebut AHY dan Ibas Diadu Domba soal Isu Kudeta Demokrat, Andi Mallarangeng: Mengalihkan Perhatian

Baca juga: Pengamat Sebut SBY Mainkan Kartu Playing Victim: Akan Muncul Kepemimpinan Ganda di Partai Demokrat

Menjawab hal itu, Jhoni Allen justru mempertanyakan kualitas Herzaky di Partai Demokrat.

Dirinya menyebut Herzaky tidak paham perihal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) Partai Demokrat.

Tidak hanya itu, anggota DPR RI itu lantas meminta Herzaky menyanyikan lagu hymne Partai Demokrat.

"Herzaky ini saya enggak tahu kapan masuk Demokrat, enggak ngerti dia karena ADART awalnya saya duluan," kata Jhoni.

"Coba Pak Zaky nyanyiin hymne Partai Demokrat," pintanya.

Bukannya menolak, Herzaky menyebut bahwa permintaan dari Herzaky keluar dari konteks perbincangan.

"Ini enggak jelas, maksud saya kalau mau nyanyi boleh pak, ayo kita ketemu, kita nyanyi bersama-sama, tapi jangan ajak saya karaoke, saya tidak biasa karaoke," paparnya.

Lebih lanjut, terkait ADART, Herzaky mengakui bhawa memang yang membuat adalah Jhoni Allen dan jajarannya.

Hanya saja menurutnya, ADART itu terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Baca juga: Kata Pendiri Demokrat soal Isu Moeldoko dan Ibas Maju di KLB: Prediksi untuk Memunculkan Konflik

Baca juga: Debat Jhoni Allen, Herzaky Jamin Demokrat Terbuka: Bisa Kontak Langsung Mas AHY, Ada WA-nya

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved