Isu Kudeta Partai Demokrat
Diberhentikan Tak Hormat dari Demokrat, Marzuki Alie: Nanti Saya Buka Satu-satu Pembohongan SBY
Mantan Sekjen Partai Demokrat, Marzuki Alie telah resmi diberhentikan secara tidak hormat dari Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Mantan Sekjen Partai Demokrat, Marzuki Alie resmi diberhentikan secara tidak hormat dari Partai Demokrat.
Dilansir TribunWow.com, Marzuki Alie disebut melanggar etika partai karena ke publik.
Menanggapi hal itu, Marzuki Alie membantah jika disebut ikut terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD).

Baca juga: Ali Ngabalin Sebut Isu Kudeta untuk Meningkatkan Elektablitas Demokrat: Tetapi Isunya Rendah Banget
Baca juga: M Qodari Sebut SBY sebagai Dalang Cerita Kudeta Demokrat: Panggung Depannya AHY
Selain itu, dirinya juga tidak setuju dengan istilah yang dipakai oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut ada pihak yang mencoba menjual Partai Demokrat.
Menurut Marzuki Alie, hal itu seakan menegaskan bahwa Partai Demokrat merupakan dimiliki secara pribadi oleh SBY.
Dirinya mengaku justru mengancam akan membongkar semua kebohongan partai maupun SBY.
Pertama, Marzuki Alie menyebut SBY tengah menjadikan Partai Demokrat sebagai partai dinasti.
“Partai ini kan partai terbuka, siapa saja bisa masuk, tapi Pak SBY menjadikan ini partai dinasti, jelas kok kalau liat janjinya, di situlah saya bilang rezim ini, rezim pembohong."
"Nanti saya buka satu-satu pembohongnya SBY itu,” kata Marzuki Alie saat dihubung KOMPAS.TV, Jumat (26/2/2021).
Dirinya lalu mengungkit satu momen, tepatnya pada agenda Partai Demokrat di Bali beberapa tahun lalu ketika membahas kader yang akan didukung di Pilpres.
Baca juga: SBY Turun Gunung Atasi Kudeta Demokrat, Ali Ngabalin: Aduh Kasihan Ya, Masalah Remeh-temeh Begini
Baca juga: Kata Pengamat soal SBY Turun Gunung Bahas Isu Kudeta Demokrat, Lindungi AHY Agar Tak Lengser?
Menurut Marzuki Alie, SBY meminta para kader untuk seolah-olah meminta dirinya yang maju.
Sedangkan kenyataannya justru SBY yang memang ingin maju.
“Kan pembohong namanya, gimana? Seolah-olah kita minta ke dia. Tapi syaratnya harus aklamasi, Marzuki Alie suruh mundur, itu rezim apa namanya, kalau tidak pembohong,” kata Marzuki.
“Tidak berani berhadapan, tapi menggunakan tangan-tangan orang, menganggap di situ seolah-olah penyelamat selalu, padahal dia datang minta tolong, padahal itu ambisinya dia,” tambah Marzuki.
Lebih lanjut, Marzuki Alie juga mengungkit momen-momen kebersamaan ketika masih berjuang bersama-sama dengan SBY, termasuk dengan Jhoni Allen yang saat ini juga diberhentikan secara tidak hormat.