Breaking News:

Vaksin Covid

Ramai Kasus Nakes Meninggal Pasca-divaksin Covid-19, Kemkes: 2 Minggu setelah Disuntik Memang Rawan

Kementerian Kesehatan (Kemkes) menanggapi kasus meninggalnya dua tenaga kesehatan (nakes) seusai disuntik vaksin Covid-19.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
Dokumentasi Kemkes.go.id
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Kementerian Kesehatan (Kemkes) menanggapi kasus meninggalnya dua tenaga kesehatan (nakes) seusai disuntik vaksin Covid-19.

Dilansir TribunWow.com dari laman kemkes.go.id, pihak Kemkes berharap kasus itu tidak terulang kembali.

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dr Hindra Irawan Satari menerangkan butuh waktu agar tubuh menciptakan kekebalan pasca-disuntik pertama kali.

Dokter puskesmas menyiapkan vaksin Covid-19 produk Sinovac untuk disuntikan kepada tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Pelindung Hewan, Jalan Pelindung Hewan, Kota Bandung, Jumat (29/1/2021).
Dokter puskesmas menyiapkan vaksin Covid-19 produk Sinovac untuk disuntikan kepada tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Pelindung Hewan, Jalan Pelindung Hewan, Kota Bandung, Jumat (29/1/2021). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Guru Bareng Anies dan Nadiem Makarim, Jokowi: Semester 2 Bisa Pendidikan Tatap Muka

Diketahui penyuntikan memang dilakukan dalam dua tahap dengan selang waktu dua minggu.

Setelah itu kekebalan tubuh baru tercipta sempurna pada 28 hari setelah disuntik vaksin kedua kalinya.

"Meskipun sudah divaksinasi, dalam dua minggu kedepan sangat amat rawan terpapar," terang dr Hindra.

Maka dari itu, protokol kesehatan 3M (mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak) harus tetap dijalankan meskipun sudah divaksin.

Hindra menerangkan suntikan pertama bertujuan memicu respons kekebalan awal.

Selanjutnya suntikan kedua akan menguatkan respons imun yang terbentuk.

"Oleh karena itu setelah diimunisasi tetap harus menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjauhi kerumunan, karena masih rawan, kalau kita lengah bisa saja terjadi hal yang tidak kita inginkan," kata Hindra.

Baca juga: Bagaimana Alur Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia? Bisa Daftar Lewat Website, Termasuk Pensiunan ASN

Hindra memastikan vaksin buatan Sinovac yang telah didistribusikan pemerintah telah dipastikan aman dan berkhasiat.

Ia menyebut hal itu dibuktikan melalui tiga tahap uji klinis yang dilakukan Tim Riset Uji Klinik Vaksin COVID-19 Universitas Padjajaran.

"Dengan hasil pengujiannya di fase 1, fase 2, dan fase 3, (efek samping) kita (temukan) hasilnya ringan," ungkapnya.

Menurut Hindra, efek samping yang ditimbulkan vaksin cenderung ringan dan mudah diatasi.

Misalnya nyeri, kemerahan, atau gatal-gatal pada bagian yang disuntik vaksin.

Halaman
123
Tags:
Vaksin Covid-19Covid-19Virus CoronaVaksinTenaga KesehatanKemenkes
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved