Terkini Nasional
Menganggap Wajar Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi, Refly Harun Sebut Hanya Kalah dari Jokowi
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun ikut beri komentar terkait hasil survei elektabilitas para calon presiden di Pilpres 2024.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun ikut beri komentar terkait hasil survei elektabilitas para calon presiden di Pilpres 2024.
Dilansir TribunWow.com, hasil survei menunjukkan nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masih di teratas.
Prabowo mengungguli beberapa kepala daerah yang juga digadang-gadang maju di Pilpres 2024, seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, hingga Ridwan Kamil.

Baca juga: Prabowo Subianto Disebut Kurang Merakyat Tidak seperti Jokowi, Dahnil Anzar: Tentu Perlu Diperbaiki
Baca juga: Punya Elektabilitas Tertinggi sebagai Capres 2024, Prabowo Subianto Mengaku Tak Pernah Besar Kepala
Melihat hasil survei tersebut yang menempatkan Prabowo di urutan pertama, Refly Harun mengaku tidak kaget.
Menurutnya tidak memungkiri bahwa nama Prabowo itu sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat Indonesia.
Mengingat Ketua Umum Partai Gerindra itu sudah dua kali menjadi calon presiden di Pilpres 2014 dan 2019.
Belum lagi juga pernah menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2009.
"Jadi sederhananya adalah tentu ini efek dari dua kali pemilu, 2014 dan 2019," ujar Refly Harun.
"Jadi tingkat popularitas Prabowo Subianto dalam konteks ini ya pasti hanya akan dikalahkan oleh Presiden Jokowi," imbuhnya.
Dirinya pun menyebut kepopuleran Prabowo saat ini hanya kalah dari seorang Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sedangkan untuk Anies, Ganjar dan Ridwan Kamil dianggap Refly Harun sejauh ini belum cukup dikenal untuk seluruh Indonesia.
Baca juga: Respons PDIP dan Gerindra soal Survei Capres 2024: Prabowo Teratas, Disusul Ganjar, Anies, Ahok
"Karena kita tahu dalam survei yang memilih berdasarkan demografi, bukan hanya orang-orang perkotaan yang melek politik, yang kritis, tetapi mereka yang mungkin saja tidak mengenal baik tokoh-tokoh yang ada," jelas Refly Harun.
"Paling tidak nama Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo bisa jadi belum sampai ke mereka secara feel-nya," sambungnya.
Maka dari itu, Refly Harun mengatakan dalam hal ini, Prabowo sudah start lebih dulu dibandingkan tiga kepala daerah tersebut.
"Jadi bisa jadi, Prabowo masih nomor satu karena Prabowo paling tidak pernah penetrasi ke daerah-daerah tersebut ketika kampanye 2014 dan 2019," paparnya.