Breaking News:

Virus Corona

Buhanuddin Sebut Situasi Pilpres 2019 Pengaruhi Kemauan Vaksinasi, M Taufik: Enggak Ada Hubungannya

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik tanggapi pernyataan dari Burhanuddin Muhtadi soal rendahnya kesediaan masyarakat untuk mau divaksin Covid-19.

YouTube Sekretariat Presiden
Foto tangkapan layar Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tinjau vaksinasi Covid-19 pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik tanggapi pernyataan dari Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi soal rendahnya kesediaan masyarakat untuk mau divaksin Covid-19.

Burhanuddin sebelumnya mengaitkan alasan masyarakat menolak vaksinasi dengan situasi dan hasil Pilpres 2019 lalu.

Dilansir TribunWow.com dalam acara Sapa Indonesia Malam 'KompasTV', Senin (22/2/2021), M Taufik dengan tegas membantah pandangan dari Burhanuddin tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua di halaman Istana Kepresiden, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua di halaman Istana Kepresiden, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2021). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Baca juga: Penolak Vaksin Tinggi, Burhanuddin Minta Pemerintah Ajak Prabowo serta HRS: Jangan Hanya Raffi Ahmad

Baca juga: Jokowi Divaksin Covid-19 Tak Buat Masyarakat Antusias, Hasil Survei Hanya Menurunkan 2 Persen

Menurutnya, tidak ada hubungannya antara mau atau tidaknya masyarakat untuk divaksin dengan Pilpres 2019.

Dirinya mengatakan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat soal pentingnya vaksin Covid-19.

Termasuk juga keamanan dari vaksin tersebut.

"Ini Bung Burhan memang jago kalau main-main begini," ujar M Taufik.

"Itu enggak ada hubungannya, kenapa orang belum bersedia divaksin, tadi Pak Jokowi atau Ganjar bilang, ini soal narasi, soal komunikasi," jelasnya.

Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan alasan program vaksinasi dilakukan mulai dari tenaga kesehatan.

Menurutnya, selain karena memang memiliki risiko tinggi terapapar Covid-19, tetapi juga sudah paham dan yakin dengan manfaat vaksin tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved