Breaking News:

Vaksin Covid

64 Persen Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Alami Efek dari Rasa Cemas, Muntah hingga Pingsan

Komnas KIPI menemukan ada lebih dari 64 persen penerima vaksin Covid-19 di Indonesia mengalami kecemasan padahal kondisi tubuhnya sehat.

YouTube Kementerian Kesehatan RI
Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari memaparkan soal gejala stres para penerima vaksin Covid-19, Senin (22/2/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Indonesia saat ini tengah melaksanakan program vaksinasi Covid-19 tahap dua yang ditujukan kepada kelompok lanjut usia (lansia) dan pekerja publik.

Sampai saat ini diketahui ada 64 persen lebih penerima vaksin yang merasakan stres.

Gejala yang timbul akibat rasa stres itu para penerima vaksin menjadi muntah-muntah bahkan sesak napas.

Suasana pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) secara massal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 massal dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI.
Suasana pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) secara massal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 massal dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI. (Tribunnews/Jeprima)

Baca juga: Sebelum Divaksin Covid-19, Lansia Biasanya akan Ditanyai Beberapa Hal Berikut Ini

Dikutip dari YouTube Kementerian Kesehatan RI, temuan itu diungkapkan oleh Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari.

Hindra menjelaskan, sampai saat ini Komnas KIPI telah menerima data terkait penerima vaksin Covid-19 dari 22 provinsi di seluruh Indonesia.

Dari data-data tersebut, Hindra memaparkan sebagian besar penerima vaksin mengalami gejala ringan.

Gejala ringan itu di antaranya adalah mual, kesulitan bernapas, kesemutan, lemas, hingga berdebar-debar.

"Dari analisis data-data yang masuk memperlihatkan bahwa gejalanya umumnya bersifat ringan," ujar Hindri, Senin (22/2/2021).

Hindri mengatakan, gejala ringan itu dengan sendirinya hilang tanpa perlu diobati.

"Kadang ada yang perlu diobservasi kemudian sembuh tanpa pengobatan," terang dia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved