Breaking News:

Terkini Daerah

Viral Ibu-ibu Lempari Pabrik Tembakau, Pemilik Heran Warga Baru Protes padahal Beroperasi sejak 2007

Sejak berdiri di tahun 2013, pemilik pabrik tembakau di NTB mengaku baru pada tahun 2020 ini dirinya menerima protes dari warga setempat.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
TEMBAKAU: H Ahmad Suardi, pemilik UD Mawar Putra menunjukkan tembakau rajangan kering yang diproduksi dalam bentuk kemasan kecil, Sabtu (20/2/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Baru-baru ini publik digegerkan oleh kasus yang viral di media sosial (medsos) tentang 4 ibu rumah tangga ditahan akibat melempari pabrik tembakau UD Mawar Putra menggunakan batu.

Pabrik itu diketahui berlokasi di Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sang pemilik pabrik, H Ahmad Suardi merasa aneh pabriknya baru diprotes pada tahun 2020 ini.

Sebanyak empat perempuan asal Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Praya sejak Rabu (17/2/2021). Dua di antaranya membawa balita ke Rutan Praya karena masih menyusui.
Sebanyak empat perempuan asal Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Praya sejak Rabu (17/2/2021). Dua di antaranya membawa balita ke Rutan Praya karena masih menyusui. (KOMPAS.com/FITRI R)

Baca juga: Hanya Lakukan Mediasi, Polisi Tegaskan Tak Ikut Andil Menahan 4 Ibu-ibu yang Lempari Pabrik Tembakau

Sementara itu, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Suardi mengatakan, pabriknya sudah memiliki izin beroperasi sejak tahun 2007 silam.

Ia juga mengatakan pabriknya memiliki izin resmi dari pemerintah untuk beroperasi.

”Ini hanya usaha pengolahan tembakau, tidak ada limbahnya, cuma tembakau kering biasa saja yang dibungkus,” kata Suardi, Sabtu (20/2/2021).

Suardi mengaku, pabriknya itu baru saja mendapat protes di tahun 2020 ini.

”Kok baru sekarang ada komplain tahun 2020,” kata dia, seperti dikutip dari TribunLombok.

Sebelum melaporkan warga yang melempar batu ke pihak kepolisian, Suardi mengklaim sudah menempuh jalur mediasi.

Pada saat itu upaya mediasi yang dilakukan pada Jumat (19/2/2021), turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved