Terkini Daerah
Petani Tewas setelah Nekat Menenggak Insektisida, Depresi Tanaman Jagung Dimakan Hama Tikus dan Babi
Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah menjelaskan, korban mengakhiri hidupnya dengan meminum racun insektisida yang digunakan untuk menangkal hama.
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Seorang warga Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial B (36) nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi tanaman jagung di ladang miliknya banyak dimakan hama tikus dan babi.
Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah menjelaskan, korban mengakhiri hidupnya dengan meminum racun insektisida yang digunakan untuk menangkal hama ulat.
"Korban menenggak racun serangga jenis insektisida Dupont Lannate yang dicampur dengan racun ulat merek Sidametrin," kata Hujaifah dikonfirmasi, Minggu (14/2/2021).

Baca juga: Pasangan Kekasih di Toraja Bunuh Diri di Kamar Kos, Jadi Kasus Keempat selama Januari 2021
Baca juga: Motif Pria Bunuh Bocah 7 Tahun dan Buang Jasad di Karung, Berawal Dendam pada Kades dan Uang Rp 1000
Disampaikan Hujaifah, cerita pilu tersebut bermula pada Sabtu (13/2/21). Saat itu korban bersama istrinya, Maryam (34), tengah duduk di pondok yang berada di ladang jagung usai mengontrol sekeliling kebun.
Mengetahui tanaman jagung terancam gagal panen karena tanamannya banyak yang rusak dimakan tikus dan babi, korban sempat mengeluh bahwa ia tidak sanggup lagi bertani karena melihat kondisi jagungnya.
"Saat ngobrol, korban sempat mengeluhkan hal itu pada istrinya dan berucap jika melihat keadaan tanaman jagung seperti itu, ia (korban) tidak sanggup lagi bertani jagung dan lebih baik mati saja," kata Hujaifah.
Sang istri waktu itu sempat menasihati dan menenangkan suaminya dengan berkata agar bisa bersabar menjalani semua ini.
Walaupun sudah dinasihati, kala itu juga korban meminum racun insektisida yang dicampur dengan racun ulat.
Melihat suaminya terbaring pingsan, sang istri panik, menangis histeris, dan meminta pertolongan ke pada warga setempat.
Mendengar teriakan Maryam, warga pun datang dan mencoba mengevakuasi korban untuk dibawa ke puskesmas setempat.
Baca juga: Amarah Wali Kota Bogor Tahu Rombongan Moge Lolos Pemeriksaan: Bahaya, Fatal, Enggak Fair untuk Semua
Korban meninggal saat dilarikan ke puskesmas dengan menggunakan mobil pikap.
Hujaifah berkata pihak keluarga korban menerima ikhlas atas kejadian ini sebagai sebuah musibah.
Dari pengakuan keluarga, korban disinyalir tertekan dengan masalah yang dialaminya, termasuk memikirkan utang yang dipakainya sebagai modal menanam jagung.
Baca juga: Buronan Interpol yang Masuk Red Notice Kabur dari Imigrasi Ngurah Rai, Berawal Dijenguk Tewan Wanita
Kontak Bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.