Terkini Nasional
Pandangan M Qodari soal Isu Reshuffle terhadap Moeldoko dan Mentan Syahrul Yasin Limpo
Isu reshuffle atau pergantian kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali muncul.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
"Apakah cuman masalah ini, kecuali kalau memang ada masalah hukum," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 8.27:
Tanggapan Sahroni: Tidak Menarik kalau Ada yang Memaksa
Di sisi lain, politikus Partai NasDem memberikan tanggapan terkait isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo.
Pasalnya dalam isu reshuffle tersebut, terdapat nama kader NasDem yang muncul, yakni dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Senin (8/2/2021), Sahroni mengatakan sudah sering mendengar isu-isu seputar reshuffle.

Baca juga: NasDem Disebut Dukung Moeldoko Jadi Capres 2024, Zulfan Lindan Justru Sarankan Bentuk Partai Baru
Baca juga: Badan Advokasi Hukum Partai Nasdem Ingatkan soal Kesetiaan Pancasila: Utama Bagi Warga Indonesia
Oleh karenanya, ia menganggap bahwa isu reshuffle menjadi hal yang biasa di sebuah pemerintahan.
"Kami dari NasDem sendiri melihat bahwa desakan reshuffle pada kader kami sendiri, saya lihatnya biasa saja," ujar Sahroni.
"Karena tidak terlalu menjadi hal serius," katanya.
Sebagaimana diketahui, ada tiga kader NasDem yang masuk dalam kabinet Jokowi pada periode kedua ini.
Mereka adalah Johnny G. Plate (Menteri Kominfo), Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian), dan Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan).
Sementara itu khusus terkait isu reshuffle pada Menteri Pertanian yang notabene merupakan kader NasDem, Sahroni menyebut keputusan ada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hanya saja ia tidak ingin ketika isu tersebut muncul karena ada intervensi atau pengaruh dari luar.
"Kalau dirasa kinerja yang kurang baik yang dilakukan oleh Kementan atau ada hal desakan di luar daripada itu, itu yang tahu hanya Presiden," kata Sahroni.
"Kami sebagai partai hanya melihat bahwa ini isu menarik, tapi tidak menarik kalau akhirnya ada yang mendorong-dorong, memaksa agar Kementan diganti," jelasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)