Isu Kudeta Partai Demokrat
Dituding Ingin Kudeta Demokrat untuk Maju di Pilpres 2024, Moeldoko: Kerjaan Gua Setumpuk Begini
Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko ikut disebut-sebut terlibat dalam gerakan mengudeta Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko ikut disebut-sebut terlibat dalam gerakan mengudeta Partai Demokrat.
Tudingan tersebut ditujukan kepada Moeldoko yang dinilai akan digunakan sebagai kendaraan di Pilpres 2024 mendatang.
Menanggapi hal itu, Moeldoko menjawab dengan santai.

Baca juga: Momen saat Moeldoko Tinggalkan Stand Mic, namun Kembali dan Tegaskan Satu Hal soal Kudeta Demokrat
Baca juga: Beberkan Curhatan Kader Demokrat, Ruhut Sitompul: Bilang Orangnya AHY Minta Ini Itu
Menurutnya, persoalannya dengan Demokrat itu merupakan sebuah dinamika yang wajar terjadi di partai politik.
Sehingga dikatakannya bukan menjadi masalah besar, baik bagi Demokrat maupun dirinya sendiri.
Sementara itu soal disebut ingin maju di Pilpres 2024, Moeldoko juga tidak membenarkan.
Ia mengaku sejauh ini hanya fokus pada pekerjaannya mengabdi untuk negara bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Terus dibilangin mau jadi presiden, enggak-enggak aja."
"Kerjaan gua setumpuk begini, ngurusin yang enggak-enggak aja," ujar Moeldoko, dalam YouTube KompasTV, Rabu (3/2/2021).
Oleh karenanya, mantan Panglima TNI itu menyebut persoalan adanya gerakan mengambil alih pimpinan Demokrat yang menyeret pejabat pemerintahan merupakan dagelan atau lucu-lucuan.
"Menurut saya, ini kayak dagelan saja, lucu-lucuan, 'Moeldoko mau kudeta', lah kudeta apaan," sebut Moeldoko.
Baca juga: Bandingkan Kondisi Demokrat Dulu dan Kini, Marzuki Alie: Banyak Fitnah, Partai Apa Kok Jadi Begini?
Lebih lanjut, soal kaitannya dengan Jokowi, Moeldoko mengaku tidak pernah membicarakan hal itu kepadanya.
Karena menurutnya ada hal yang lebih penting untuk dibicarakan, yakni persoalan pandemi Covid-19.
"Bicara apa? Emang kurang kerjaan apa Presiden saya ajak bicara ini," kata Moeldoko.
"Urusan pekerjaan soal Covid-19 saja enggak karu-karuan, ngapain ngurusin yang enggak penting," jelasnya menutup.