Terkini Nasional
Jadi Korban Rasisme, Natalius Pigai Mengaku Telah Biasa: Kalau Dihitung Sudah Mencapai Jutaan
Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai jadi korban kasus dugaan rasisme oleh Ketua Relawan Pro Jokowi-Maruf Amin (Pro Jamin), Ambroncius Nababan
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menjadi korban kasus dugaan rasisme oleh Ketua Relawan Pro Jokowi-Maruf Amin (Pro Jamin), Ambroncius Nababan.
Dilansir TribunWow.com, Natalius Pigai mengaku sudah biasa mendapat perlakukan rasisme.
Ia mengaku sudah sering mendapatkan perlakuan rasis, bukan hanya yang saat ini dilakukan oleh Ambroncius.
Hal itu diungkapkannya dalam acara iNews Room yang tayang di kanal YouTube Official iNews, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Diduga Lakukan Rasisme ke Natalius Pigai, Relawan Pro Jokowi-Maruf: Bukan Hina Masyarakat Papua
Baca juga: Bahas Kasus Natalius Pigai, Refly Harun Harap Tak Ada Lagi Relawan Mengatasnamakan Jokowi-Maruf Amin
"Yang pertama soal rasisme itu bukan hal baru bagi saya," ujar Natalius Pigai.
"Kalau hitung-hitung sudah mencapai jutaan. Jadi kalau satu orang buzzer misalnya dia rasis sama saya, di bawah itu masih ada ribuan," ungkapnya.
"Bahasanya sama, gorila, monyet, orang utan."
Natalius Pigai mengaku selalu menanggapi dengan santai setiap rasisme yang didapat.
Dirinya juga mengaku kurang mengerti kenapa banyak pihak yang tidak suka dengannnya hingga melakukan rasisme.
Terlebih menurutnya, apa yang dilakukan selama ini adalah positif, khususnya dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
"Saya biasa saja, saya pemimpin. Saya memutuskan untuk membela orang-orang kecil yang membutuhkan pertolongan, orang lemah, orang yang tidak mendapatkan keadilan, orang yang mengalami ancaman islamophobia di seluruh Indonesia," ungkapnya.
"Saya menangani semua suku, Jawa, termasuk Batak."
Baca juga: Viral Rasisme pada Natalius Pigai, Refly Harun Kritik Jokowi: Belum Mampu Jadi Presiden Seutuhnya
Lebih lanjut, Natalius Pigai menduga perlakukan buruk kepada dirinya itu berkaitan dengan pekerjaan yang dijalani dalam membela HAM.
Dengan memutuskan membela orang-orang atau rakyat kecil, kaitannya dengan persoalan HAM maka secara langsung berhadapan dengan para pelaku pelanggaran HAM itu sendiri.
"Tentu kita akan melawan otoritas atau orang yang memegang otoritas karena pelaku pelanggaran HAM itu adalah aktor negara yang memiliki otoritas kekuasaan, uang, dan jabatan," jelas Natalius Pigai.