Terkini Nasional
Jadi Korban Rasisme, Natalius Pigai Mengaku Telah Biasa: Kalau Dihitung Sudah Mencapai Jutaan
Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai jadi korban kasus dugaan rasisme oleh Ketua Relawan Pro Jokowi-Maruf Amin (Pro Jamin), Ambroncius Nababan
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
"Karena itu kita sudah tahu bahwa ancaman balik terhadap kita tidak hanya sekadar kekerasan verbal tapi juga pasti berpotensi kekerasan fisik," sambungnya.
Menurutnya, apa perlakukan buruk yang diterima bukan hanya sekadar ujaran rasisme melainkan juga kekerasan fisik.
"Saya pernah dipukul tiga tahun tidak sembuh-sembuh. Jadi yang begini aduh itu sudah biasa, karena itu konsekuensi dari pemimpin," terangnya.
"Pemimpin tidak boleh mengikuti riak satu persatu yang meneror kita."
Simak videonya mulai menit ke- 3.02
Refly Harun Soroti Latar Belakang Pigai: Wajar Prihatin soal HAM
Pakar hukum tata negara Refly Harun menyoroti kasus aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai yang menjadi korban rasisme.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Refly Harun, Minggu (24/1/2021).
Sebelumnya viral sebuah foto di media sosial yang menunjukkan Pigai disandingkan dengan foto gorila, disertai komentar terkait vaksin Covid-19.
Baca juga: Balasan Komnas HAM atas Komitmen Listyo Sigit Mengusut soal Pelanggaran HAM Tewasnya Laskar FPI
Foto itu sebelumnya diunggah kader Partai Hanura sekaligus Ketua Relawan Pro Jokowi-Amin (Projamin) Ambroncius Nababan.
Menanggapi kasus itu, Refly menyebut Pigai memang termasuk sosok yang sangat vokal terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait pelanggaran HAM yang terjadi bertahun-tahun di Papua.
"Orang seperti Natalius wajar saja kalau dia memiliki sebuah concern (prihatin) terhadap hak asasi manusia di Indonesia, karena dia adalah komisioner Komnas HAM. Sekarang tentu tidak lagi," singgung Refly Harun.
Ia menyebut Natalius tidak kunjung berhenti menyuarakan kasus-kasus pelanggaran HAM, terutama yang terjadi di Papua.
"Tetapi darahnya darah pemahaman terhadap hak asasi manusia," kata Refly.
"Terlebih dia berasal dari Papua yang so long time (sangat lama) mengalami persoalan dengan hak asasi manusia," jelas dia.
Baca juga: Viral Rasisme pada Natalius Pigai, Refly Harun Kritik Jokowi: Belum Mampu Jadi Presiden Seutuhnya