Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Mayor Iwan Beberkan Pencarian Black Box Sriwijaya Air, 3 Kali Menyelam Lihat Benda Oranye di Lumpur

Anggota tim penyelam TNI AL Mayor Iwan Kurniawan mengungkapkan momen penemuan Flight Data Recorder (FDR) Sriwijaya Air SJ 182.

Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu ditunjukkan di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021). FDR Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan oleh tim penyelam TNI di perairan Kepulauan Seribu selanjutnya akan dibawa KNKT untuk dilakukan pemeriksaan. 

TRIBUNWOW.COM - Anggota tim penyelam TNI AL Mayor Iwan Kurniawan mengungkapkan momen penemuan Flight Data Recorder (FDR) yang menjadi bagian dari black box (kotak hitam) Sriwijaya Air SJ 182.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam Kabar Petang di TvOne, Rabu (13/1/2021).

Bersama timnya, Iwan menyebut misi mereka saat itu adalah menemukan dua bagian kotak hitam, yakni FDR dan cockpit voice recorder (CVR).

Pantauan udara dari pesawat angkut sedang CN-295 dalam misi pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di atas perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021).
Pantauan udara dari pesawat angkut sedang CN-295 dalam misi pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di atas perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Baca juga: Sriwijaya Air SJ 182 Tak Meledak di Ketinggian 10 Ribu Kaki, KNKT Sebut Perlahan Turun di 250 Kaki

Selama proses pencarian 8 jam, tim penyelam sempat terkendala ombak yang tinggi sehingga sulit menemukan titik yang sudah ditandai lewat GPS.

Awalnya tim penyelam menemukan beacon dari FDR, yakni alat transmiter bluetooth yang memancarkan sinyal.

"Penyelaman pertama menemukan beacon FDR," kata Iwan Kurniawan.

Setelah itu tim menyisir area sekitar yang memancarkan sinyal beacon.

"Dari titik koordinat yang sudah kita sisir, kita maju sekitar 5 meter ke arah lumpur halus," kata Iwan.

Tim penyelam maju dari arah puing-puing pesawat yang berserakan.

Di sekitarnya Iwan melihat ada benda terbuat dari logam, yang kemudian diketahui sebagai FDR pesawat yang jauh.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved