Vaksin Covid
Tokoh Agama Termasuk Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Wiku Adisasmito
Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut ada penambahan kelompok prioritas penerima vaksin.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Wiku kemudian menjelaskan ada kelompok masyarakat yang kini juga masuk dalam prioritas, yakni lanjut usia (lansia).
"Penambahan populasi penerima vaksin gratis oleh pemerintah merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin hak dan kesehatan kepada seluruh golongan masyarakat demi mencapai kekebalan komunitas atau kelompok," terangnya.
Ia menjelaskan alasan pemilihan kelompok tersebut adalah agar dapat menyesuaikan dengan target sasaran dan meminimalisasi efek samping yang mungkin muncul.
Baca juga: Kantongi Izin BPOM untuk Vaksin Covid-19, Jokowi: Vaksinasi akan Mulai Minggu Depan
Lihat videonya mulai menit 26.00:
Sejumlah Kabupaten/Kota di Jawa-Bali Laksanakan PSBB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto menjelaskan kriteria daerah yang akan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (7/1/2021).
Diketahui, pemerintah berencana melakukan PSBB di sebagian daerah Pulau Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021 mendatang.
Baca juga: Komisi IX DPR Sebut PSBB Jawa-Bali Bisa Efektif jika Dibarengi dengan Penerapan Protokol Kesehatan
PSBB itu dilakukan untuk menekan penyebaran Virus Corona (Covid-19).
Diketahui, PSBB akan membatasi kegiatan di sektor ekonomi, pendidikan, sampai transportasi.
"Pertama, ditegaskan bahwa ini (PSBB) bukan seluruh Jawa dan Bali, tetapi penanganan secara mikro kabupaten/kota sesuai dengan kriteria yang tadi," jelas Airlangga Hartanto.
Kriteria kabupaten/kota yang akan melaksanakan PSBB meliputi faktor jumlah kematian, tingkat kesembuhan, kasus aktif, dan ketersediaan pelayanan kesehatan.

Airlangga mengingatkan hal lain yang perlu diingat selama PSBB adalah kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.
"Kedua, yang utama adalah kedisiplinan masyarakat. Kalau masyarakatnya disiplin, tentu ini angkanya akan turun," terang Airlangga.