Vaksin Covid
Tokoh Agama Termasuk Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Wiku Adisasmito
Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut ada penambahan kelompok prioritas penerima vaksin.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut ada penambahan kelompok prioritas penerima vaksin.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/1/2021).
Diketahui pemerintah berencana melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada pekan kedua Januari 2021.

Baca juga: Setelah Jokowi yang Jadi Penerima Pertama Vaksin Corona, Tokoh NU hingga Najwa Shihab Siap Menyusul
Menurut Wiku, Satgas Covid-19 sudah memetakan kelompok yang menjadi prioritas penerima vaksin.
"Akan ada tiga kelompok besar yang akan menerima penyuntikan vaksin perdana," kata Wiku Adisasmito.
Selain pejabat publik dan tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama di daerah juga akan menjadi prioritas penerima vaksin tahap pertama.
"Kelompok satu adalah pejabat publik pusat dan daerah. Kelompok dua yaitu pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan dan pimpinan kunci dari institusi kesehatan di daerah," papar Wiku.
"Kelompok tiga yaitu tokoh agama di daerah," katanya.
Wiku menjelaskan ketiga kelompok ini dipilih untuk menjadi contoh dalam program vaksinasi.
Selain itu, mereka diyakini dapat membantu meyakinkan masyarakat akan kegunaan vaksin.
Baca juga: Ingatkan Klaster Covid-19 Paling Besar dari Sektor Keagamaan, Doni Monardo: Banyak Tokoh Agama Wafat
"Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menyediakan vaksin yang aman dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia," terang Wiku.
"Sekaligus momen untuk mengajak masyarakat untuk tidak ragu divaksinasi," lanjut dia.
Setelah kelompok prioritas, vaksin akan diberikan kepada masyarakat umum.
Sementara ini pemerintah memetakan proses vaksinasi dilakukan sampai bulan Maret mendatang.
"Selanjutnya akan dilakukan pelaksanaan secara menyeluruh kepada seluruh masyarakat secara bertahap," ungkap Wiku.