Breaking News:

Terkini Daerah

Ketua RW Lemas saat Tahu Remaja Pemutilasi di Bekasi adalah AYJ: Pelakunya Orang yang Saya Kenal

Ketua RW setempat, Nurhadi mengaku lemas ketika mendengar kabar penemuan jasad seorang pria di saluran irigasi Jalan KH Noer Ali Kalimalang.

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
TKP kediaman pelaku mutilasi di Kampung Pulo Gede, RT 05 RW 011, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi. 

TRIBUNWOW.COM - Ketua RW setempat, Nurhadi mengaku lemas ketika mendengar kabar penemuan jasad seorang pria di saluran irigasi Jalan KH Noer Ali Kalimalang.

Ia semakin lemas begitu tahu, pelaku pemutilasi jasad tersebut adalah warganya.

"Makanya ketika ada berita pelaku mutilasinya warga saya, saya lemes, kaget apalagi ternyata pelakunya orang yang saya kenal," kata Nurhadi.

Potongan mayat laki-laki ditemukan di dua tempat yang berbeda di Bekasi pada Senin (7/12/2020).
Potongan mayat laki-laki ditemukan di dua tempat yang berbeda di Bekasi pada Senin (7/12/2020). (Warta Kota)

Nurhadi tak menyangka, seorang pemuda berinisial AYJ (17) yang ia kenal sopan ternyata melakukan aksi keji.

AYJ yang sehari-hari bekerja sebagai manusia silver ini melakukan pembunuhan dan mutilasi kepada pegawai minimarket bernama Donny Saputra (24).

Sikap AYJ ke warga jadi hal yang membuat Nurhadi sempat kaget mendengar fakta tersebut.

Baca juga: Remaja Pelaku Mutilasi di Bekasi Ngaku Dibayar seusai Dicabuli, Kesal karena Nominal Terus Berkurang

Pasalnya, AYJ dikenal warga sebagai pemuda yang baik hati, sopan, dan rajin beribadah.

Semenjak orangtua meninggal dunia, AYJ tinggal sendiri di kediamannya di Kampung Pulo Gede, RT 05 RW 011, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Di tempat itu juga, AYJ diduga menghabisi dan memutilasi jasad Donny.

"Yang saya tahu sebagai ketua RW disini yang saya tahu anak itu memang baik, sopan santunnya juga baik," kata Nurhadi.

Dikatakan Nurhadi, sejak ditinggal ayahnya, AYJ dikenal sebagai pemuda yang rajin beribadah.

"Baca Al-quran nya juga bagus karena saya juga termasuk sering memberikan pelajaran baca Alquran kepada dia, anaknya baik," ujar Nurhadi.

Baca juga: Kesaksian Tetangga Remaja Pemutilasi Karyawan Minimarket di Bekasi: Tahu-tahu Pelaku Sudah Sendirian

Kenal Setahun Lalu

Sudah sekira setahun lamanya, Donny Saputra mengenal AYJ.

Berawal dari membantu dorong motornya yang mogok, Donny Saputra berkawan baik dengan AYJ.

Namun, kisah pertemanan keduanya berakhir tragis pada akhir tahun 2020 ini.

Donny Saputra tewas di tangan AYJ yang sehari-hari bekerja sebagai manusia silver.

Bagi Emas Jumiarti (45), tetangga pelaku, ia sudah mengenal sosok Donny yang tiap Sabtu menginap di kediaman AYJ.

Emas juga memiliki hubungan baik dengan AYJ yang tinggal sendiri sejak ibu dan ayahnya tiada.

Emas mengetahui, Donny dan AYJ dulunya saling mengenal di jalan.

Hal itu diketahuinya hasil dari sesekali ia bercengkrama dengan AYJ.

"Dia kan suka cerita-cerita namanya tinggal sebelahan, karena korban sering main pernah saya tanya itu siapa," tutur Emas, Rabu (9/12/2020).

Baca juga: Tetangga Yakini Pelaku Mutilasi Karyawan di Bekasi Bukan Penyuka Sesama Jenis: Punya Pacar Perempuan

Berdasarkan hasil cerita AYJ, Emas membeberkan awal mula pertemuan keduanya.

"Kenal di jalan, pelaku ini ngamen sehari-hari,"

"Lihat korban ban motornya bocor terus dibantuin dorong sampe ke tempat tambal ban," sambung Emas.

Saking seringnya Donny main dan menginap di rumah AYJ, Emas mengaku cukup mengenalnya.

Biasanya, lanjut Emas, Donny datang Sabtu siang atau malam lalu menginap hingga Minggu malam.

"Minggu pagi biasanya mereka olahraga, siang atau malam si korban pulang," tutur Emas.

Pinjam asahan pisau, bau tak enak hingga suara aneh

Emas bercerita, terakhir melihat Donny pada hari Sabtu, (5/12/2020) sekira pukul 20:00 WIB.

Saat itu, Emas sempat bertemu bahkan mengobrol dengan pria bernasib malang tersebut.

Kepada Emas, Donny bertanya keberadaan AYJ yang saat itu tak sedang di rumah.

"Dia sempet nanya ke saya, pelaku ke mana, saya bilang enggak tahu keluar, terus dia nunggu di bangku depan rumah saya ini," terangnya.

Baca juga: Soal Mutilasi di Bekasi, Ahli Psikologi Forensik Singgung Pernyataan Jokowi, Pelaku Bisa Jadi Korban

Tak lama setelah itu, AYJ tiba di rumah dan keduanya masuk bersama.

"Baru keliatan lagi itu pelaku besokannya, nah itu korban enggak tahu kapan pulangnya tahu-tahu si pelaku udah sendirian aja," tegasnya.

Keesokan harinya pada, Minggu (6/12/2020) sore, Emas sempat mendengar suara aneh yang berasal dari rumah AYJ.

Hal itu membuat, Emas Jumiati bertanya kepada AYJ apa yang sedang dilakukannya.

"Saya enggak curiga sama sekali, sempet denger suara duuug..duuug.duug, gitu doang," kata Emas.

"Dia sempet keluar sebentar, saya tanya lagi ngapain, terus dia jawab lagi masang keramik," sambungnya.

Mendengar alasan pemuda tersebut, Emas tak menaruh curiga sama sekali.

Kemudian tak lama, AYJ sempat keluar rumah dan membeli minuman.

Emas lantas mencium bau sesuatu yang tak enak.

"Saya cium aroma enggak enak aja, terus saya tanya lagi, pelaku jawab bau pilok, dia lagi ngecat barang katanya," tutur Emas.

Selain itu, AYJ juga sempat meminjam alat asah pisau ke tetangga sekitar.

Baca juga: Misteri Mutilasi oleh Manusia Silver, Tetangga Sempat Dengar Ketukan dan Cium Aroma Tidak Enak

Tak berhenti sampai situ, Emas mengungkap, AYJ sempat meminjam alat asahan pisau ke tetangga sekitar kediamannya.

"Dia sempet minjem asahan, saya tahu dari tetangga waktu pas hari Minggu itu," katanya.

Donny yang belum terlihat keluar sejak Sabtu diduga sudah dalam keadaan tewas di dalam rumah AYJ.

Pertemanan keduanya berakhir tragis setelah AYJ memutilasi jasad Donny.

Potongan tubuh Donny ditemukan di dua tempat, yakni saluran irigasi Kalimalang dan tempat pembuang sampah sekitar Kayuringin Jaya, Bekasi.

Tubuh Donny ditemukan pemiliki bengkel tambal ban yang bersisian dengan saluran irigasi di Kalimalang pada Senin (7/12/2020) pagi.

Saat mengevakuasi tubuh korban yang tanpa kepala, tangan dan kaki kiri kanan, polisi mendapat laporan lain.

Ada petugas sampah menemukan potongan tangan kiri di tempat pembuangan sampah sementara di Jalan Gunung Gede Raya, Kayuringin Jaya, Bekasi.

Baca juga: Pengakuan Pelaku Mutilasi Dony Saputra, Dicabuli 50 Kali dan Uang Bayarannya Terus Dikurangi Korban

Motif

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, motif sementara kasus pembunuhan dengan cara mutilasi ini disebabkan akibat pelecehan seksual yang diterima pelaku.

"Pelaku kesal sama korban karena dipaksa sodomi berkali-kali sama pelaku," kata Erna.

Hingga akhirnya, AYJ berhasil ditangkap saat sedang berada di sebuah rental playstasion di daerah Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi sekira pukul 01.30 WIB.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal menyebut, mulanya kepolisian mendatangi kediaman pelaku di daerah Kampung Pulo Gede.

Namun, ketika polisi tiba sekira pukul 01.00 WIB, AYJ tidak ada di kediamannya sehingga dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Anggota langsung melakukan penangkapan, lalu dibawa ke Jakasampurna untuk dilakukan penggeledahan di rumahnya," terang Alfian.

(TribunJakarta.com/Nawi/Yusuf)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Sikap Pemutilasi Pegawai Minimarket Sehari-hari ke Warga, Ketua RW: Saya Lemas Pelakunya Saya Kenal

Sumber: Tribun Jakarta
Tags:
Korban mutilasi di BekasiMutilasiBekasi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved