Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat 2020

Kecam Putusan Hakim soal Hasil Pilpres AS, Donald Trump: Sistem Pengadilan Macam Apa Ini?

Dalam wawancara pertamanya sejak Pilpres AS pada 3 November 2020 Trump mengatakan, kasus hukum yang dia ajukan dipastikan tak akan sampai ke MA.

YouTube Fox News
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pidato di gedung putih, Rabu (4/11/2020). Dalam wawancara pertamanya sejak Pilpres AS pada 3 November 2020 Trump mengatakan, kasus hukum yang dia ajukan dipastikan tak akan sampai ke MA. 

TRIBUNWOW.COM - Donald Trump mengecam putusan hakim atas gugatan hukumnya terhadap hasil Pilpres AS 2020.

Dalam wawancara pertamanya sejak Pilpres AS pada 3 November 2020 Trump mengatakan, kasus hukum yang dia ajukan dipastikan tak akan sampai ke Mahkamah Agung.

"Kami tak diizinkan memberikan bukti kami," ucap Trump kepada Sunday Morning Futures, yang Tribunnews kutip dari Fox News.

"Saya ingin mengajukan satu gugatan besar, membicarakan hal ini dan lainnya dengan bukti. Kami memiliki pernyataan tertulis," tambahnya.

Baca juga: Donald Trump Kecam Putusan Hakim soal Pilpres AS 2020: Apa Maksud Anda Saya Tak Punya Kekuasaan?

Baca juga: Tak Terima dengan Putusan Hakim soal Pilpres AS, Donald Trump: Sistem Pengadilan Macam Apa Ini?

 

Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan setelah berpartisipasi dalam telekonferensi Thanksgiving dengan anggota Militer Amerika Serikat, di Gedung Putih di Washington, DC, pada 26 November 2020.
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan setelah berpartisipasi dalam telekonferensi Thanksgiving dengan anggota Militer Amerika Serikat, di Gedung Putih di Washington, DC, pada 26 November 2020. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

"(Apakah) maksud Anda (saya) sebagai Presiden Amerika Serikat, saya tidak memiliki kekuasaan? Sistem pengadilan macam apa ini?," lanjut Trump.

Belum lama ini, Mahkamah Agung Pennsylvania menolak gugatan hukum tim kampanye Trump pada Sabtu malam (28/11/2020).

Trump mengatakan Mahkamah Agung harus "bersedia membuat keputusan yang sangat besar."

"Masalahnya, sulit masuk ke MA," ujarnya.

"Saya punya pengacara terbaik Mahkamah Agung, pengacara yang ingin mendebat kasus ini jika sampai di sana," ungkap Trump.

"Kami mencoba memasukkan bukti, dan hakim tidak akan mengizinkan kami melakukannya," kata Trump.

Trump menambahkan bahwa dia "malu" dia mendukung Gubernur Republik Georgia Brian Kemp setelah dia mengesahkan hasil pemilihan presiden negara bagian itu untuk mendukung Presiden terpilih Joe Biden.

Baca juga: Ini Rangkuman Kegiatan Trump di Hari-hari setelah Pilpres AS, Masih Tak Terima Kekalahan atas Biden

Baca juga: Tak Akui Kekalahan, Donald Trump Disebut Bakal Gelar Kampanye Pilpres 2024 saat Joe Biden Dilantik

Presiden AS Donald Trump tiba untuk menyampaikan sambutan di pasar saham di Brady Briefing Room Gedung Putih di Washington, DC pada 24 November 2020.
Presiden AS Donald Trump tiba untuk menyampaikan sambutan di pasar saham di Brady Briefing Room Gedung Putih di Washington, DC pada 24 November 2020. (MANDEL NGAN / AFP)

Trump Belum Akui Biden Menang Pilpres

Trump belum mengakui pemilu 2020, bahkan ketika Biden mengumumkan anggota Kabinet dan rencananya ketika dia menjabat pada Januari 2021.

"Perkiraan saya, tidak akan berubah dalam enam bulan. Ada kecurangan yang luar biasa di sini," Trump memperingatkan.

"Jika Partai Republik mengizinkan itu terjadi, Anda tidak akan pernah memiliki seorang Republikan lain yang terpilih dalam sejarah negara ini, di tingkat Senat atau di tingkat presiden," tutur Trump.

Baca juga: Masih Sulit Akui Kekalahan atas Joe Biden, Apa Saja yang Dilakukan Donald Trump seusai Pilpres AS?

Sebut Perolehan Suara Biden Ilegal

Trump pada Jumat mengklaim Biden harus membuktikan bahwa suara yang dia terima dalam pemilihan tidak "diperoleh secara ilegal" untuk masuk ke Gedung Putih.

"Biden hanya dapat memasuki Gedung Putih sebagai Presiden jika dia dapat membuktikan bahwa "80.000.000 suara" konyolnya tidak diperoleh secara curang atau ilegal," kata Trump lewat Twitter.

"Ketika Anda melihat apa yang terjadi di Detroit, Atlanta, Philadelphia & Milwaukee, penipuan pemilih besar-besaran, dia punya masalah besar yang tidak terpecahkan!," tambah cuit terbaru Trump di Twitter.

Cuitan Trump muncul setelah Biden melewati ambang 80 juta suara dengan surat suara masih dihitung.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved