Pilpres Amerika Serikat 2020
Masih Sulit Akui Kekalahan atas Joe Biden, Apa Saja yang Dilakukan Donald Trump seusai Pilpres AS?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih sulit mengakui kekalahannya terhadap Joe Biden. Lantas apa saja yang ia lakukan setelah Pilpres AS?
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih sulit mengakui kekalahannya terhadap Joe Biden hingga 26 November 2020.
"Akan sulit sekali untuk mengakui kekalahan karena kita tahu ada kecurangan yang masif," ujar Trump, tuduhan yang berkali-kali ia lontarkan tanpa memberikan bukti.
Namun ketika ditanya apakah ia akan bersedia meninggalkan Gedung Putih jika kalah di electoral college, Trump berkata,"Pasti akan, pasti akan, dan Anda tahu itu."

Baca juga: Donald Trump Isyaratkan Siap Hengkang dari Gedung Putih, Masih Tak Mau Akui Kekalahan di Pilpres AS
Pada hari di mana untuk pertama kalinya Biden diproyeksikan akan melenggang ke Gedung Putih, Reporter BBC di Gedung Putih Tara McKelvey menggambarkan suasana hati Trump.
Bahunya tampak merosot.
Kepalanya tertunduk.
Trump menoleh dan melihat Tara dan jurnalis lainnya di tempat khusus pers.
Dia mengacungkan jempol.
Itu adalah isyarat setengah hati.
Baca juga: Meski Tetap Tak Mau Akui Kekalahan di Pilpres AS, Donald Trump Sebut Siap Tinggalkan Gedung Putih
Trump tidak mengangkat tangannya tinggi-tinggi atau menjabat tangan, seperti yang sering dilakukannya.
Lalu apa saja yang dilakukan dan dikatakan Trump pada hari-hari setelahnya?
Berikut rangkumannya kegiatan dan ekspresi Trump.
11 November 2020
Presiden AS Donald Trump muncul untuk pertama kalinya di depan publik, empat hari setelah Biden diproyeksikan akan mengambil alih Gedung Putih.
Trump menghadiri upacara peletakan karangan bunga untuk apa yang seharusnya menjadi momen persatuan nasional untuk menandai Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington.