Terkii Daerah
Tak Senonoh, Pemulung di Surabaya Lecehkan Anak-anak, sempat Dipergoki Ibu Korban
Tindakan tak senonoh dan tidak terpuji dilakukan oleh seorang pemulung di Surabaya, Syamsudin (63).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Tindakan tak senonoh dan tidak terpuji dilakukan oleh seorang pemulung di Surabaya, Jawa Timur, Syamsudin (63).
Saat melakukan pekerjaan sebagai pemulung, Syamsudin rupanya juga melakukan tindakan pelecehan kepada anak-anak di bawah umur, bahkan mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Dikutip TribunWow.com dari SuryaMalang.com, Jumat (13/11/2020), sudah ada empat korban yang menjadi pelecehan Syamsudin.
Baca juga: Kunjungi Ayah setelah Bertahun-tahun Terpisah, Gadis di Tegal Justru Diperkosa, Pelaku Lama Menduda
Baca juga: Bocah 14 Tahun Bunuh Orangtua dan 3 Adiknya, Bermula dari Tahu Fakta Pelaku Bukan Anak Kandung
Empat korban di antaranya adalah DA (10), EA (9), APW (9) dan SPW (8).
Orangtua dari empat anak korban pelecehan merasa tidak terima dan melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
Syamsudin mengaku melakukan perbuatannya itu hanya karena khilaf.
Terlebih ia mengakui sebagai seorang duda.
Bahkan dikatakannya bahwa apa yang dilakukannya itu layaknya gurauan orangtua kepada anak atau cucunya.
"Saya ya khilaf saja. Ya kayak anggap seperti cucu saya sendiri. Tidak ada maksud gitu," kata Syamsudin.
Sementara itu, aksi bejat dari Syamsudin dilakukan ketika dirinya tengah bekerja mencari rombengan atau rongsokkan.
Baik dengan cara memulung maupun membeli milik orang yang sudah tidak dipakai.
Alhasil, pelaku sudah hafal dengan kondisi rumah atau lingkungan keempat korbannya tersebut karena sering dilewati.
Pada saat kejadian, korban EA sedang berada di depan gang.
Melihat EA yang kebetulan sedang sendirin dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan tindakan pelecehan.
Pelaku beberapa kali memegang anggota tubuh sensitif korban, mulai dari pantat, hingga payudaranya.
Baca juga: Video Istrinya Mesum dengan Dokter di Puskesmas Beredar, Suami Bidan: Rumah Tangga Saya Hancur