Pilpres Amerika Serikat 2020
Trump Kembali Tak Akui Kekalahannya di Pilpres AS, Publik Balas dengan Meme: Anda Kalah Tuan
Calon presiden Amerika Serikat (AS) petahana Donald Trump masih enggan mengakui kekalahannya dalam pemilihan presiden (pilpres).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Calon presiden Amerika Serikat (AS) petahana Donald Trump masih enggan mengakui kekalahannya dalam pemilihan presiden (pilpres).
Dilansir TribunWow.com, pilpres AS telah dimenangkan pasangan calon dari Partai Demokrat, yakni Joe Biden dan Kamala Harris dengan 290 suara elektoral.
Jumlah tersebut sudah melebihi ambang batas yang diperlukan untuk memenangkan pilpres, yakni 270.

Baca juga: Respons Joe Biden saat Trump Masih Tolak Hasil Pilpres AS: Hanya Ada Satu Presiden dalam Satu Waktu
Sementara itu pasangan Donald Trump dan Mike Pence hanya mendapat 217 suara elektoral.
Masih enggan mengakui kekalahannya, Trump terus menuding ada kecurangan dalam penghitungan suara.
Ia juga masih yakin dapat memenangkan pilpres, meskipun perolehan suara elektoralnya kalah jauh dengan Biden-Harris.
Trump kemudian mengunggah video saat kampanye.
Video tersebut diunggah ulang dari akun Kepala Staf Gedung Putih untuk Komunikasi dan Direktur Media Sosial, Dan Scavino.
"KAMI AKAN MENANG!" cuit akun @realDonaldTrump, Kamis (12/11/2020).
Dalam video tersebut tampak simpatisan Partai Republik mengenakan atribut merah.
Mereka bersorak sorai menyampaikan dukungan terhadap Trump.
"Semakin banyak orang yang mengatakan tidak mungkin, semakin kamu harus membuktikan mereka salah. Perlakukan kata 'tidak mungkin' hanya sebagai motivasi," suara Trump mewarnai latar belakang video tersebut.
Cuitan Trump kemudian menuai perhatian dari warganet.
Baca juga: Masa Berkuasa Tinggal 72 Hari, Trump Justru Pecat Menteri Pertahanan Mark Esper karena Hal Ini
Sampai Kamis pagi, video itu telah ditonton lebih dari 2,8 juta kali, disukai lebih dari 191 ribu kali, serta di-retweet lebih dari 43 ribu kali.
Tidak sedikit warganet yang membalas cuitan Trump dengan mengolok-olok, mengingatkan calon petahana tersebut akan kekalahannya.
Akun @i_am4tunate menulis, "ANDA SUDAH KALAH TUAN."
Ia juga mengunggah meme bertuliskan, "BERITA Presiden sedang berbohong."
Warganet Steve Matthes melalui akun @pulpmx menyindir Trump, "Apakah belum ada yang memberitahu dia?"
Berbagai kartun meme digunakan untuk membalas unggahan Trump tersebut.
Dalam salah satu unggahan warganet, tampak kartun Trump tengah terbaring kalah di ring tinju bertuliskan 2020.
Dalam sebuah video yang diunggah untuk membalas cuitan Trump, Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh, Angela Eagle, juga mengingatkan Trump akan kekalahannya dalah sebuah pidato di parlemen.
"Perdana Menteri punya nasihat untuk sahabatnya, Presiden Trump, yang terus menolak hasil penghitungan. Sikap ini adalah hal yang memalukan dan berbahaya bagi demokrasi di Amerika," ucap Angela Eagle.
Trump Tuduh Banyak Kecurangan di Pilpres AS
Kandidat petahana Presiden Amerika Serikat (AS) 2020 Donald Trump, menyebut ada banyak bukti kecurangan yang terjadi dalam proses Pilpres AS saat ini.
Meluapkan kemarahannya di media sosial, politisi dari Partai Republik itu menyebut akan membawa persoalan kecurangan ini ke ranah hukum.
Hingga Jumat (6/11/2020), rival Trump yakni calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden masih unggul dengan perolehan 253 suara, sedangkan Trump hanya 214 suara.
Baca juga: Keuntungan dan Kerugian bagi Indonesia jika Donald Trump atau Joe Biden Jadi Presiden AS
Tudingan kecurangan itu disampaikan oleh Trump lewat akun Twitter milinya, @realDonaldTrump, Kamis (5/11/2020).
Pada cuitan tersebut, Trump juga menyampaikan bahwa dirinya optimis akan memenangkan Pilpres AS 2020.
Berikut terjemahan dari isi cuitan lengkap yang ditulis oleh Trump.
"Seluruh negara bagian yang telah diklaim oleh Biden akan kami tuntut secara hukum atas dasar penipuan suara dan penipuan pemilihan di negara bagian.
Ada banyak buktinya, silakan cek di media. KAMI AKAN MENANG! America First!" tulis Trump.
Pada cuitan sebelumnya, Trump juga meminta agar praktik penipuan dihentikan.

Kedua cuitan yang berupa tudingan itu lagi-lagi terkena sensor oleh pihak Twitter.
Cuitan Trump dinilai dapat menyesatkan terkait proses pemilihan presiden di AS.
Seperti yang diketahui, apabila Biden memenangkan 270 suara, maka dirinyalah yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat selanjutnya.
Berdasarkan jadwal Pilpres AS 2020, pengumuman pemenang akan diumumkan pada 6 Januari 2021 mendatang.
Setelah itu pada 20 Januari 2021, presiden dan wakil presiden terpilih akan dilantik.
Baca juga: Pemilu AS 2020: Tim Donald Trump Digugat karena Penyelewengan Lagu untuk Kampanye
(TribunWow.com/Brigitta/Anung)