Pilpres Amerika Serikat
Pemilu AS 2020: Tim Donald Trump Digugat karena Penyelewengan Lagu untuk Kampanye
Tim kampanye dari Calon Presiden Donald Trump mendapakan gugatan soal penggunaan lagu.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Tim kampanye dari Calon Presiden Donald Trump mendapakan gugatan.
Pasalnya, lagu dari People Village yang berjudul YMCA telah digunakan dalam kampanye calon presiden petahana dari Partai Republik Donald Trump tanpa mengantongi izin.
Oleh karena itu, pengacara akan melayangkan gugatan ke pengadilan beberapa hari ke depan atas penggunaan tak berizin dari lagu tersebut untuk kampanye Trump.
Baca juga: Survei Menteri Jokowi: Prabowo Jadi yang Terbaik, Disusul Nadiem Makarim dan Sri Mulyani
YMCA, lagu disko yang dirilis pada 1978, dilaporkan digunakan baik saat kampanye dan sebagai soundtrack video kampanye Trump menjelang pemilu AS pada Selasa (3/11/2020).
Para pemegang hak, termasuk Scorpio Music, mengaku terkejut dengan penyelewengan lagu tersebut sebagaimana dilansir dari AFP, Kamis (5/11/2020).
Apalagi, lagu tersebut digunakan untuk tujuan partisan dan pemilihan untuk kepentingan Donald Trump.
Pengacara penggugat, Richard Malka, mengatakan kliennya tidak terima jika lagu tersebut digunakan tanpa mengantongi izin, apalagi untuk tujuan kampanye.
Baca juga: Jadwal Pencairan Subsidi Gaji Termin II untuk 12,4 Juta Pekerja, Pemerintah Tergetkan Minggu Ini
Dia mengatakan setiap penggunaan yang tidak sah dari lagu tersebut akan menjadi subjek gugatan dalam beberapa hari ke depan.
“(Akan diajukan gugatan) baik di Perancis dan di AS, terhadap setiap pemrakarsa atau kaki tangan dari apa yang merupakan pencurian langsung milik orang lain,” kata Malka.
Lagu YMCA ditulis oleh penulis Perancis Jacques Morali dan Henri Belolo serta personel Village People, Victor Willis.
Village People mendapat mencapai kepopulerannya di Perancis dan AS dengan lagunya yakni YMCA, In the Navy, dan Macho Man pada akhir dekade 1970-an. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilu AS: Pakai Lagu Tanpa Izin, Tim Kampanye Trump Digugat".