Breaking News:

UU Cipta Kerja

Mengaku Tak Percaya Independensi MK soal Gugatan UU Cipta Kerja, Haris Azhar: Sudah Dipersiapkan

Haris Azhar mengaku tidak percaya dengan status independensi Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan soal Omnibus Law UU Cipta Kerja.

YouTube KOMPASTV
Haris Azhar mengaku tidak percaya dengan status independensi Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan soal Omnibus Law UU Cipta Kerja. 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar mengaku tidak percaya dengan status independensi Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan soal Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Seperti yang diketahui, pemerintah melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta kepada para pendemo penolak UU Cipta Kerja untuk mengajukan keberatan ke MK.

Dilansir TribunWow.com dari acara Rosi 'KompasTV', Kamis (22/10/2020)Haris Azhar menilai bahwa Mahkamah Konstitusi sudah dipersiapkan lebih dulu atau sudah diintervensi.

Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar mengaku tidak percaya dengan status independensi Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan soal Omnibus Law UU Cipta Kerja.
Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar mengaku tidak percaya dengan status independensi Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan soal Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Youtube/KompasTV)

Baca juga: Tanggapi Seruan Pembangkangan Sipil soal UU Cipta Kerja, Yasonna Laoly: Ini Sudah Berlebihan

Baca juga: Di Mata Najwa, Rocky Gerung Andaikan DPR Bermutu soal UU Cipta Kerja: Pasti Tidak Disuruh ke MK

Dalam kesempatan itu, Haris Azhar menyoroti sikap dari pemerintah yang seperti lepas tangan begitu saja dan dengan mudahnya meminta pada penolak UU Cipta Kerja supaya mendatangi MK.

"Karena dipersepsikan sesimpel itu, dia sudah masuk dalam satu rangkaian advokasi negara terhadap Omnibus ini," ujar Haris Azhar.

"Jadi penguasa istana untuk menciptakan idenya, yang kedua menyusun draftnya, yang ketiga menutup aksesnya, yang keempat menyiapkan MK," imbuhnya.

"'Jadi kita udah enggak pusing, nanti masyarakat yang protes suruh bawa ke MK'. Ya pasti di MK sudah dipersiapkan juga kalau orang bilang bahasanya mungkin sudah diintervensi."

Mendengar penjelasan dari Haris Azhar, pembawa acara Rosi, Rosianna Silalahi mengingatkan bahwa terdapat sembilan jaksa independen di Mahkamah Konstitusi.

Namun menurut Haris Azhar, jika dilihat dari secara politik, keberadaan dari sembilan jaksa di MK tidak semuanya independen.

Dirinya menjelaskan bahwa dari 9 jaksa di MK, hanya beberapa yang benar-benar independen, baik secara politik maupun substansinya.

Baca juga: Soal Undangan Prabowo dari Amerika Serikat, Haris Azhar: Rezimnya Sama, Berkarakter Otoritarian

"Secara politis enggak bisa itu independen, independen itu dalam nilaianya," kata Haris Azhar.

"Tetapi dalam praktiknya MK itu tadi misalnya PSHK (Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia) sudah melakukan riset uji formil enggak ada yang lolos," jelasnya.

"Yang kedua tiga hakim MK itu dipilih presiden, tiga hakim MK lainnya dipilih DPR, cuman tiga yang kita berharap di atas kertas selamat karena dipilih oleh Mahkamah Agung," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 3.23

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved