Breaking News:

UU Cipta Kerja

Di Mata Najwa, Rocky Gerung Andaikan DPR Bermutu soal UU Cipta Kerja: Pasti Tidak Disuruh ke MK

Akademisi Rocky Gerung menyampaikan pandangannya terkait omnibus law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

channel YouTube Najwa Shihab
Rocky Gerung turut berkomentar soal penilaian publik pada Undang-undang Cipta Kerja. Komentar tersebut diungkapkan Rocky Gerung di acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu (21/10/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Akademisi Rocky Gerung menyampaikan pandangannya terkait omnibus law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (21/10/2020).

Diketahui UU Cipta Kerja menuai gelombang penolakan dari berbagai elemen masyarakat, terutama buruh dan mahasiswa.

Massa berpakaian hitam muncul pada demo Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Bali, Kamis (8/10/2020).
Massa berpakaian hitam muncul pada demo Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Bali, Kamis (8/10/2020). (Kompas.com/Imam Rosidin)

Baca juga: Di Mata Najwa, Aria Bima Sindir Sikap Kritis Rocky Gerung: Bangsa Ini Jadi Apa, Rocky Nggak Peduli

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian menyarankan pihak yang keberatan dengan undang-undang tersebut dapat mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Rocky lalu memberi gambaran pembahasan undang-undang itu layaknya produksi kopi.

"Begini, kalau saya punya punya kopi, kopi itu setelah saya produksi, orang pertama yang minum kopi itu komplain bahwa kopi ini sudah basi," kata Rocky Gerung memberi pengandaian.

"Lalu saya bilang, 'Silakan ke lembaga konsumen'," lanjutnya.

Ia mempertanyakan sikap pemerintah dan DPR yang justru mempersilakan masyarakat mengajukan keberatan melalui MK.

Menurut Rocky, hal itu justru semakin menunjukkan ada cacat dalam pembuatan undang-undang tersebut.

Baca juga: Reaksi Aria Bima ketika Rocky Gerung Benarkan Aksi Kerusuhan dalam Demo: Oo Lha Gila Kamu Rock

"Sama juga prinsipnya. Kalau DPR itu bermutu, dia akan berupaya dihalangi orang bawah itu ke Mahkamah Konstitusi," ungkap Rocky Gerung.

"Ini justru diajukan, 'Kan ada prosedurnya'," sindirnya.

Rocky bahkan menilai pembentukan UU Cipta Kerja sudah patut dipertanyakan dari awal pembahasannya.

Ia menyebutkan jika memang tidak ada keraguan terhadap undang-undang ini, maka tidak perlu diajukan ke MK.

"Itu prosedur buruk. Itu pertanda bahwa produk itu cacat dari awal, karena itu diajukan ke Mahkamah Konstitusi," kecam Rocky.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved