Terkini Nasional

Soal Undangan Prabowo dari Amerika Serikat, Haris Azhar: Rezimnya Sama, Berkarakter Otoritarian

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar memberikan komentarnya terkait kunjungan Menhan RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.

Youtube/Talk Show tvOne
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar memberikan komentarnya terkait kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan RI) Prabowo Subianto ke Amerika Serikan. 

TRIBUNWOW.COM - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar memberikan komentarnya terkait kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan RI) Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.

Prabowo Subianto belum lama ini mendapatkan undangan dari Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump untuk bertemu Menhan AS, Mark Esper, Jumat (16/10/2020).

Kondisi tersebut sempat menjadi polemik lantaran di satu sisi Prabowo Prabowo sempat mendapatkan larangan untuk masuk ke negara Paman Sam terkait tudingan pelanggaran HAM dan kejahatan militer.

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Amerika Serikat Tuai Protes, Pejabat Pentagon AS: Penting Terlibat Dengannya

Baca juga: Polemik Kunjungan Menhan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat, Dikritik Tujuh Organisasi HAM

Namun secara mengejutkan AS telah mencabut larangan tersebut sehingga Prabowo bisa bertemu dengan Mark Esper di Pentagon, Washington.

Dilansir TribunWow.com, Haris Azhar pun menilai hal itu bukan sesuatu yang aneh.

Bahkan menurutnya, kedua negara, yakni Indonesia dan Amerika dinilai memiliki kesamaan rezim, yakni otoritarian.

Terlebih setelah pemerintahan Amerika diambil alih oleh Donald Trump.

Hal itu diungkapkannya dalam acara Kabar Petang 'tvOne', Jumat (16/10/2020).

"Karena memang rezim Amerika hari ini dan Indonesia sama, sama-sama berkarakter otoritarian, tidak peduli pada hak asasi manusia (HAM), rasialis," ujar Haris Azhar.

"Jadi memang ini karakternya karakter dua pemerintahan yang sama, makanya mereka membuka jalur untuk mengundang Prabowo," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved