Breaking News:

Terkini Nasional

Andaikan Dirinya Jadi Presiden, Bukan Jokowi, Prabowo Subianto: Saya Selalu Pakai Analogi Sepak Bola

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengandaikan ketika dirinya saat ini yang menjabat sebagai Presiden, bukan Joko Widodo (Jokowi).

Youtube/KompasTV
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengandaikan atau mengumpamakan ketika dirinya saat ini yang menjabat sebagai Presiden bukan Joko Widodo (Jokowi), dalam tayangahn Youtube KompasTV, Selasa (13/10/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengandaikan atau mengumpamakan ketika dirinya saat ini yang menjabat sebagai Presiden, dan bukan Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, jika saat ini dirinya menjadi presiden, Prabowo mengaku akan melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dilakukan oleh Jokowi.

Hal itu diungkapkan Prabowo dalam tayangan YouTube Kompas.com, Selasa (13/10/2020).

Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto memberikan ceramah pembekalan kepada Pasis Dikreg LIX Seskoad TA 2020, bertempat di Gd. Gatot Subroto Seskoad, Bandung, Rabu (12/08/2020). Menhan RI tiba di Seskoad pada pukul 08.50 dengan menggunakan Helikopter VIP TNI AU dan disambut oleh Wakasad Letjen TNI Moch. Fachrudin, Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Anton Nugroho, MMDS., M.A., Panglima Kodam III/Slw Mayjen TNI Nugroho Budi dan para pejabat utama Seskoad di depan gedung Gatot Subroto Seskoad. Terbaru, Prabowo mendapat undangan resmi dari Menhan AS.
Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto memberikan ceramah pembekalan kepada Pasis Dikreg LIX Seskoad TA 2020, bertempat di Gd. Gatot Subroto Seskoad, Bandung, Rabu (12/08/2020).  (TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI)

Baca juga: Ali Ngabalin Jawab Tudingan Ada Instruksi Jokowi soal Penangkapan Aktivis KAMI terkait Aksi Demo

Seperti yang diketahui, belakangan ini banyak kritik yang ditujukkan terhadap pemerintah Jokowi di tengah penanganan pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi.

Kritikan tajam juga dikhususkan kepada para jajaran kabinet Jokowi yang dinilai tidak bisa bekerja dengan baik, khususnya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang punya tanggung jawab penuh dalam penanganan Covid-19.

Namun Prabowo justru memberikan penilaian yang sebaliknya.

Dikatakannya bahwa jajaran kabinet saat ini merupakan orang-orang terbaik di Tanah Air dan sudah bekerja secara maksimal selama hampir setahun menjabat.

Oleh karenanya, ia tidak lantas menyalahkan Jokowi dalam menunjuk orang-orang terbaik tersebut untuk membantunya menjalankan roda pemerintahan.

Bahkan diakui sendiri oleh Prabowo jika memenangi Pilpres 2019 lalu pasti juga akan menunjuk mereka.

"Dan terus terang saja, saya objektif, saya menilai rekan-rekan saya banyak juga memang mereka yang terbaik di negara ini," ujar Prabowo.

"Seandainya pun umpamanya kemarin saya yang presiden, saya lihat kok akan milih dia juga," ungkapnya.

Baca juga: Ungkap Fakta Bubble di Sekitar Jokowi, Prabowo Subianto: Kadang-kadang Suka Menggiring Keputusan

Lebih lanjut, Prabowo menggambarkan bahwa kondisi jabatan di pemerintahan seperti halnya sebuah tim sepak bola yang membutuhkan pemain terbaik di setiap posisinya masing-masing.

Menurutnya itulah tugas dari seorang presiden yang istilahnya sebagai pelatih.

"Kamu harus berbuat untuk negara, kamu harus berhasil. Untuk berhasil kamu harus mencari orang yang terbaik," tegasnya.

"Saya selalu pakai analogi sepak bola, jadi kalau Anda mau tim sepak bola menang, ya cari pemain terbaik," jelas Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Siapa kiper terbaik, siapa striker, begitu dapat ya menang. Masak saya mau ponakan saya, padahal dia enggak bisa main bola," imbuhnya.

"Jadi saya kok lihat banyak yang dipilih Pak Jokowi itu memang kalau saya jadi presiden bahkan saya pilih dia juga, dalam hati," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit awal:

Angkat Bicara Soal Polemik UU Cipta Kerja

Di sisi lain, sebelumnya Prabowo Subianto angkat bicara tentang omnibus law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang menuai kontroversi.

Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam wawancara di kanal YouTube iNews, diunggah Senin (12/10/2020).

Diketahui UU Cipta Kerja menuai gelombang penolakan dari aliansi mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil.

Pasalnya sejumlah klaster dalam undang-undang tersebut dinilai lebih menguntungkan pengusaha dan investor asing.

Halaman
12
Tags:
Prabowo SubiantoJokowiMenteri PertahananKabinet JokowiUU Cipta Kerja
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved