UU Cipta Kerja
Disekap dan Dipukul Sekop saat Demo UU Cipta Kerja, Kepala Seorang Polisi di Bandung Luka Robek
Sejumlah petinggi KAMI di Jabar dipanggil terkai kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap seorang polisi Brigadir A, Kamis (8/10/2020) lalu.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Sejumlah petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jawa Barat dipanggil oleh pihak kepolisian pada Kamis (15/10/2020).
Pemanggilan itu terkait kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang polisi yakni Brigadir A di sebuah rumah di Jalan Sultan Agung Nomor 12 Kota Bandung, pada Kamis (8/10/2020) lalu.
Penganiayaan itu terjadi bersamaan dengan aksi unjuk rasa Undang-Undang Cipta Kerja.

Baca juga: Ade Armando Sebut KAMI Sengaja Disasar Jadi Dalang Demo: Dituduh Rusuh untuk Menjatuhkan Jokowi
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (15/10/2020), penganiayaan itu disebut terjadi di rumah yang ditenggarai seabgai Posko Kesehatan KAMI.
Total tujuh tersangka telah diamankan dari kasus itu.
Tiga di antaranya ditahan, sedangkan empat lainnya dilepas karena masih di bawah umur.
Ketiga tersangka itu diketahui merupakan simpatisan KAMI.
Para petinggi KAMI yang dipanggil oleh Polda Jabar berstatus saksi.
"Hari ini ada enam sampai tujuh orang petinggi KAMI dipanggil ke Ditreskrimum Polda Jabar," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dihubungi, Kamis.
Di sisi lain, Presidium KAMI Jabar Sofyan Sjahril pemanggilan para aktivis KAMI bukan merepresentasikan KAMI, melainkan murni personal.
"Yang dipanggil itu diundang sebagai sebagai saksi oleh penyidik, tapi personal, orang yang melihat dan mendengar kasus pemukulan di posko kesehatan kemanusiaan," kata Sofyan.
"Jadi saksi-saksi ada personal, bukan atas nama KAMI. Ada enam orang partisipasi rawat," lanjutnya.
Baca juga: Aktivis KAMI Ditangkap Bukan soal Demo, tapi Kritis? Mahfud MD Sindir: Apa Kritisnya? Enggak Ada
Mau Keluar Pintu Ditutup
Dikutip dari TribunJabar.id, Selasa (13/10/2020), TKP tempat Brigadir dianiaya diketahui dipinjam oleh sekelompok relawan.
Koordinator Lapangan Posko Kesehatan KAMI Jabar Robby Win Kadir menturukan, tempat tersebut bukanlah markas KAMI Jabar.