Terkini Daerah
Viral Video di Medsos Ibu Dibanting dan Dicekik Satpol PP, Sejumlah Perempuan Lain Juga Terluka
Seorang ibu bernama Damaris dan remaja perempuan bernama Novi (15) dikabarkan telah mendapat kekerasan dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
Ia mengatakan pihaknya juga tidak mengganggu warga terlebih dahulu.
“Kami datang untuk persiapan lahan, karena dekat musim penghujan. Kami juga tidak usik warga setempat yang bolak-balik di depan kami,” ujar dia.
Saat itu Pemprov NTT juga datang dengan Korem 161 Wirasakti Kupang untuk melihat lahan yang dimanfaatka untuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPTS).
Sejumlah warga melarang mobil tangki mengisi air.
Sehingga sempat terjadi tarik menarik selang antara warga dan aparat keamanan.
Baca juga: Viral Wanita Pakai Gaun Pengantin Ajak sang Pacar Nikah saat Itu Juga: Saya Sudah Bawa Pendeta
Ia mengatakan, ibu yang viral di media sosial jatuh bukan karena dipukul.
Disebut Welly, ibu tersebut jatuh karena terpeleset akibat ulahnya sendiri.
Welly juga menyebut, petugas sebenarnya hendak menolong.
“Orang belum pegang sudah jatuh. Satu ibu terpeleset, namun hendak ditolong, justru dipukul."
“Jadi anak buah saya yang justru jadi korban dan mengalami memar di bagian belakang atas kepala,” ujar Welly.
Sehingga, Welly kini akan melaporkan kasus ini ke Polsek Amanuban Selatan.
Hasil visum petugas Satpol PP akan dijadikan sebagai barang bukti.
“Ini baru selesai visum. Kami sudah buat laporan, karena staf saya alami penganiayaan,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov NTT juga sempat berniat menanam lamtoro di lahan yang berstatus sengketa itu.
Selain karena masih berstatus sengketa, warga juga menolak kegiatan tersebut karena pandemi Covid-19. (TribunWow.com/Mariah Gipty)
Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul Bentrok dengan Satpol PP di Lahan Sengketa, Seorang Ibu Dicekik dan Dibanting hingga Terkapar dan Bentrok Masyarakat Pubabu dan Satpol PP, Seorang Ibu dan Remaja Dibanting dan Dipukul