Terkini Daerah
Viral Video di Medsos Ibu Dibanting dan Dicekik Satpol PP, Sejumlah Perempuan Lain Juga Terluka
Seorang ibu bernama Damaris dan remaja perempuan bernama Novi (15) dikabarkan telah mendapat kekerasan dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Seorang ibu bernama Damaris dan remaja perempuan bernama Novi (15) dikabarkan telah mendapat kekerasan dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja.
Kejadian itu terekam dalam sebuah video berdurasi 2 menit 50 detik hingga viral di media sosial.
Rupanya kejadian tersebut di Desa Pubabu- Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (14/10/2020) siang.

Baca juga: Viral Video Geng Motor di Jambi Bikin Resah Warga, Ternyata Video April Lalu yang Diedit
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Kamis (15/10/2020) tokoh masyarakat Desa Pubabu-Besipae, Niko Manoe membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut Damaris telah dicekik dan dibanting petugas.
Niko mengatakan, masih ada sejumlah perempuan lain yang diduga mendapat perlakuan represif dari petugas.
“Benar, ada kejadian itu, seperti video yang beredar di media sosial. Kejadian bermula sekitar jam 12.00 WITA, siang tadi hingga akhirnya ada tindakan represif dari pihak pemerintah provinsi kepada warga kami,” kata Niko saat dihubungi, Rabu (14/10/2020).
Menurut Niko, kericuhan tak terhindarkan ketika Dinas Peternakan Provinsi NTT dan Satpol PP melakukan pembukaan lahan yang dianggap warga masih berstatus sengketa.
Sehingga, warga mencoba melarangnya dan berbuntut kericuhan.
“Beberapa warga kami perempuan yang terluka. Ada ibu yang dicekik di leher hingga masih ada luka yang membekas,” kata Niko.
Akibat kejadian ini, Niko merasa kecewa dengan tindakan arogan petugas pada warga.
Niko menilai, bentrokan ini seharusnya dapat dihindari jika pemerintah segera menyelesaikan masalah lahan sengketa yang bersangkutan.
Baca juga: Viral Ibu-ibu Maki dan Bentak Polisi saat Diingatkan Pakai Masker: Kenapa? Kenapa Saya Malu?
Satpol PP Balik Laporkan Warga
Saat dimintai keterangan, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT Welly Rohi Mone langsung membantahnya.
Welly justru menyebut, warga yang telah menganiaya petugas.
Menurut Welly, Satpol PP datang ke desa Pubabu untuk menyukseskan program tanam jagung panen sapi milik Pemprov NTT.