Terkini Daerah
Guru SD di Bali Kirim Video Porno ke Grup WhatsApp, Disdikpora Sebut Guru Tak Tahu Cara Menghapus
Seorang guru kelas di salah satu sekolah dasar wilayah Kintamani, Kabupaten, Banghli, justru mengirimkan video porno.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Niat hati mengirimkan video cara melukis, seorang guru kelas di salah satu sekolah dasar wilayah Kintamani, Kabupaten, Bangli, justru mengirimkan video asusila.
Lantaran merasa panik, guru kelas III tersebut kemudian mendatangi siswa yang bersangkutan untuk meminta maaf.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Nengah Sukarta menjelaskan kejadian tersebut terjadi sekitar sepekan lalu.

Bermula saat guru tersebut hendak mengirimkan video cara melukis yang benar dalam kelas daring ke grup WhatsApp kelas.
Namun saat itu guru bersangkutan hendak mengirim, dia justru salah memencet.
Sehingga yang terkirim adalah video asusila kiriman dari grup lainnya.
Baca juga: Niat Ingin Kirim Video Melukis, Guru di Bali Justru Sebar Video Porno di Grup WA Murid Kelas 3 SD
“Dia dapat kiriman dari luar, tapi tidak ngeh. Itulah yang ditekan dan terkirim,” jelas Sukarta saat dikonfimasi Senin (12/10/2020).
Sukarta mengatakan guru tersebut tidak tahu cara menghapus video yang telah terkirim itu.
Lantaran merasa panik, guru berstatus tenaga kontrak daerah (Guru Tidak Tetap) kemudian mendatangi kediaman murid-muridnya untuk meminta maaf karena kelalaiannya.
Tak hanya mendatangi rumah siswanya, dari kejadian tersebut guru berusia 35 tahun itu juga meminta bantuan kepala desa untuk memfasilitasi pertemuan dengan seluruh orangtua murid.
Sukarta mengatakan, pertemuan tersebut telah dilakukan pada Senin (12/10), dan permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Pun berdasarkan kronologisnya dan kajian yang dilakukan, Sukarta menilai apa yang dilakukan guru bersangkutan murni merupakan kelalaian atau ketidaksengajaan karena kurang hati-hati.
Pasalnya, video tersebut dikirimkan ke sebuah grup kelas.
Baca juga: Kiriman Video Porno Jadi Alasan Ayah di Pontianak Bunuh Istri dan Anak Angkat: Benar-benar Khilaf
“Kalau bentuk kesengajaan dikirim ke grup kan tidak mungkin."
"Berbeda kalau dikirim perorangan."