Breaking News:

UU Cipta Kerja

Beda Reaksi soal Demo UU Cipta Kerja: Ridwan Kamil dan Anies Janjikan Hal Ini, Ganjar Temui Pelajar

Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) menuai kontroversi dan gelombang penolakan dari masyarakat.

KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA/Humas BNPB via Tribunnews.com/Youtube Kompas TV
Kolase foto Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil. 

TRIBUNWOW.COM - Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) menuai kontroversi dan gelombang penolakan dari masyarakat.

Dilansir TribunWow.com, demonstrasi terjadi di berbagai wilayah, bahkan tidak sedikit yang berujung ricuh.

Para pejabat publik lalu menanggapi aksi unjuk rasa masyarakat dengan cara yang berbeda, di antaranya ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemui para demonstran yang menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (8/10/2020).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemui para demonstran yang menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (8/10/2020). (KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI)

Baca juga: Temui Pendemo UU Cipta Kerja, Ganjar Pranowo Ungkap Isi WhatsApp Para Pelajar SMA: Ada yang Iseng

Masing-masing gubernur tersebut menemui demonstran di lokasi, meskipun pesan yang disampaikan berbeda.

Ridwan Kamil mendatangi aksi unjuk rasa yang digelar di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (8/10/2020).

Pejabat yang akrab disapa Kang Emil ini sempat berdialog dengan para buruh dan mahasiswa yang berupaya menyampaikan aspirasi mereka.

"Rekan-rekan semua yang hadir di depan Gedung Sate, tadi saya sudah mendengarkan aspirasi yang isinya menyampaikan poin ketidakadilan. Karena pengesahannya terlalu cepat untuk UU yang begitu kompleks," komentar Ridwan Kamil, dikutip dari Kompas.com.

Ia lalu menerbitkan surat yang akan dikirimkan ke pemerintah dan DPR.

Surat pertama berisi aspirasi dari buruh di Jawa Barat yang menolak UU Cipta Kerja.

Baca juga: 6 Pelajar yang Rusak Kendaraan Polisi saat Demo di Ngaku Diajak: Dia Bilang Demi Masa Depan Kita

Sedangkan surat kedua untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar diterbitkan Perppu dalam kurun waktu 30 hari ke depan selama masa revisi UU Cipta Kerja.

Anies Baswedan juga melakukan tindakan serupa dengan menemui para demonstran di sekitar kawasan Bundaran HI.

Ia berjanji akan menyampaikan aspirasi yang diprotes buruh.

"Besok akan kita lakukan pertemuan itu. Jadi apa yang tadi disampaikan besok akan diteruskan dan teman-teman sekalian ingatlah bahwa yang namanya menegakkan keadilan kewajiban kita semua dan Anda semua sedang menegakan keadilan," kata Anies Baswedan di hadapan massa.

Berbeda halnya dengan kedua gubernur tersebut, Ganjar Pranowo memilih menemui para pelajar yang ikut berdemo.

Ganjar mengaku prihatin melihat banyaknya pelajar usia SMA yang ikut berunjuk rasa tanpa tahu duduk perkaranya.

"Nuansanya yang diceritakan pada saat saya temui tadi malam, mereka merasa iseng," ungkap Ganjar Pranowo, dalam tayangan Kompas Petang, Kamis (8/10/2020).

"Terus kemudian mereka merasa, 'Saya enggak tahu'," tambah dia.

Sejumlah mahasiswa berlarian saat water cannon menyemprotkan air saat demonstrasi mahasiswa menolak omnibus law di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (8/10/2020).
Sejumlah mahasiswa berlarian saat water cannon menyemprotkan air saat demonstrasi mahasiswa menolak omnibus law di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (8/10/2020). (KOMPAS.COM/BUDIYANTO)

Ganjar Pranowo Ungkap Isi WhatsApp Pelajar SMA yang Ikut Berdemo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan hasil dialognya dengan para pendemo yang menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kompas Petang, Kamis (8/10/2020).

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved