Pilkada Serentak 2020
Pernah Bilang Baru Mau Terjun ke Politik di Tahun 2038, Gibran: Saya Sudah Merasa Siap Sekarang
Gibran Rakabuming Raka menjelaskan alasan mengapa dirinya tiba-tiba bisa terjun ke dunia politik dan mencalonkan menjadi Wali Kota Solo.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Majunya Gibran Rakabuming Raka mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo 2020 menuai banyak kritik dan protes dibanding pro.
Pria yang merupakan anak sulung dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu sebelumnya pernah menyampaikan baru akan terjun ke dunia politik di tahun 2038 mendatang.
Gibran mengakui, meskipun pernah berkata demikian, kini ia maju mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo karena sudah merasa siap untuk terjun ke dunia politik.

• Ini Harta Kekayaan Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution yang Dirilis KPK, Siapa Lebih Banyak?
• Jawaban Keluarga Pejabat soal Dinasti Politik, dari Gibran hingga Keponakan Prabowo Subianto
Pernyataan itu disampaikan oleh Gibran pada acara Mata Najwa, Rabu (30/9/2020).
Awalnya acara Mata Najwa menampilkan wawancara yang pernah terjadi antara Najwa Shihab dengan Gibran pada tahun 2018 lalu.
Pada wawancara tersebut, Gibran memang menyampaikan bahwa dirinya tertarik untuk terjun ke dunia politik.
Namun pada kala itu niatnya untuk terjun ke dunia politik baru akan ia lakukan 20 tahun mendatang dari tahun 2018, yakni tahun 2038.
Kini di tahun 2020, Gibran telah resmi menjadi Calon Wali Kota Solo dari PDIP.
Bahkan dirinya tetap melanjutkan kampanye di masa pandemi Covid-19 ini.
"Tiba-tiba mencalonkan jadi wali kota, apa yang berubah Mas Gibran?" tanya Najwa kepada ayah dari Jan Ethes itu.
Gibran menegaskan niatnya menjadi politisi sama dengan niatnya menjadi pengusaha.
"Tidak ada yang berubah, niat saya masih sama," kata Gibran.
"Dulu saya jadi pengusaha itu niatnya agar saya bisa bermanfaat untuk orang banyak."
"Sekarang saya masuk ke politik, niatnya masih sama," sambungnya.
Menurut Gibran, dengan menjadi Wali Kota, ia akan bisa membantu lebih banyak orang dibanding hanya menjadi pengusaha.