Terkini Nasional
Andaikan Gatot Nurmantyo Maju Pilpres 2024, Qodari Sebut Salah Jalur: Paling Potensial Prabowo
Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari mengomentari langkah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari mengomentari langkah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn), Gatot Nurmantyo.
Diketahui Gatot termasuk satu dari Dewan Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang baru saja membuat deklarasi di beberapa kota.
Dilansir TribunWow.com, Qodari lalu menanggapi hal itu dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di TvOne, Senin (28/9/2020).

• Deklarasi KAMI di Magelang, Gatot Nurmantyo: Apa Pun yang Menentang KAMI, Itu Peringatan dari Allah
Ia menilai kehadiran KAMI dalam dunia politik Indonesia cukup ditanggapi secara positif saja.
"Organisasi KAMI ini kalau buat saya dilihat sebagai sparing partner saja dalam pemerintahan. Artinya diambil saja yang positif dari kritikan atau masukan agar memperbaiki kebijakan publik yang sudah dilaksanakan," kata Qodari.
Ia memberi contoh, dirinya pun kerap memberi kritik kepada pemerintah.
"Yang namanya pemerintah tidak akan sempurna. Saya sendiri juga mengingatkan luar biasa mengenai potensi masalah dalam Pilkada 2020," paparnya.
"Dan bukan berarti saya benci dengan pemerintah," lanjut Qodari.
Pengamat politik itu lalu mengomentari kemungkinan Gatot Nurmantyo akan melenggang menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Di sisi yang lain, kalau dibaca Pak Gatot punya agenda untuk menuju calon presiden, ya sah-sah saja. Saya juga bisa jadi calon presiden," komentarnya.
Meskipun begitu, ia menilai langkah yang diambil mantan Pangkostrad tersebut kurang tepat.
Qodari menyebutkan umumnya seseorang maju calon presiden melalui partai atau jabatan strategis di pemerintahan.
"Cuma pertama jalurnya adalah partai politik. KAMI ini bukan partai politik dan tidak punya kursi," ungkit Qodari.
• Ditawari Posisi, Gatot Nurmantyo Ungkap Pernah Dihubungi Menteri, Refly Harun: Pratikno Sudah Pasti
"Kalaupun KAMI misalnya ikut 2024 yang akan datang, itu belum bisa digunakan hasilnya untuk Pilpres 2024," tambah dia.
Ia memaparkan perolehan kursi itu dihitung dari hasil yang didapat pada Pemilu 2019.