Terkini Nasional
Andaikan Gatot Nurmantyo Maju Pilpres 2024, Qodari Sebut Salah Jalur: Paling Potensial Prabowo
Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari mengomentari langkah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Namun rekan-rekannya itu justru ditegur oleh mantan Pangkostrad ini.

"Saya jawab jujur. Saya banyak teman-teman, tadi teman saya datang (mengatakan), 'Pak, nanti kita bantu gini-gini'," ungkap Gatot Nurmantyo.
"'Kita teman,' saya bilang, 'Maaf, saya agak kasar. Coba logika kamu?'," lanjut dia.
Ia menegaskan saat ini kepentingan KAMI adalah untuk membantu pemulihan bangsa Indonesia.
Gatot menilai rekan-rekannya ini hanya memikirkan kepentingan politik pada kontestasi mendatang.
Ia bahkan mengecam keras tawaran tersebut.
"Negara ini lagi sakit, lagi susah. Terus kamu enggak mikirin negara, mikirin dirimu sendiri? Untuk kepentingan pribadimu di empat tahun yang akan datang?" komentar dia.
"Saya bilang, itu biadab. Saya bilang gitu dengan teman saya," tegasnya.
• Gatot Nurmantyo Ngaku 3 Kali Tolak Tawaran Jokowi, Refly Harun: Biasanya Panglima Sekelas Menteri
"Jangan mikir itu dulu. Bagaimana kita bisa menyelamatkan ini," tambah purnawirawan 60 tahun itu.
Refly Harun menanggapi pemaparan narasumbernya ini.
"Menyelamatkan kondisi saat ini, ya," komentar Refly.
Gatot tidak menampik jika memang ada yang memprediksi KAMI akan berubah menjadi gerakan politik.
Namun ia menegaskan hal yang lebih penting adalah kondisi bangsa saat ini.
"Saya katakan lagi, kalau orang berprasangka itu wajar-wajar saja. Karena orang berpikiran politik 'kan seperti itu," jelas Gatot.
"Tapi saya juga enggak masuk logika. Dalam kondisi seperti ini terus berpikir untuk dirinya sendiri, untuk egonya dia," tegasnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)