Breaking News:

Virus Corona

Termasuk Luhut, Rocky Gerung Singgung Peranan 3 Menteri Ini soal Covid-19: Sekarang Dia Diam Juga

Pengamat Politik Rocky Gerung menyoroti keburukan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Kolase Tribunnews.com/Irwan Rismawan/Instagram @rocky.gerung
Kolase Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dan Pengamat Politik Rocky Gerung. Pengamat Politik Rocky Gerung menyoroti keburukan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung menyoroti keburukan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, Rocky Gerung mempertanyakan keberadaan atau peran dari setidaknya tiga menteri ini di dalam membantu Presiden dalam menangani krisis dan pandemi Covid-19.

Dikatakannya, tiga menteri tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Pengamat Politik Rocky Gerung ikut memberikan tanggapannya terkait statement kontroversial dari Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, dalam tayangan Youtube pribadinya, Rocky Gerung Official, Sabtu (5/9/2020).
Pengamat Politik Rocky Gerung dalam tayangan Youtube pribadinya, Rocky Gerung Official, Sabtu (5/9/2020). (Youtube/Rocky Gerung Official)

DKI Terapkan PSBB Total, Rocky Gerung: Angkat Anies Jadi Komandan Penyelesaian Covid-19 Nasional

Arief Poyuono Sebut Anies Layak Dinonaktifkan, Refly Harun Nilai Tak Mungkin: Bukan Bawahan Presiden

Rocky Gerung mengatakan bahwa ketiganya seharusnya bisa menunjukkan langkah yang bisa diambil untuk menyelamatkan negara ini dari Covid-19.

Namun disebutnya, mereka justru tidak banyak bicara atau bahkan seakan diam terkait urusan Covid-19.

Padahal menurut Rocky Gerung, ketiganya gencar berargumentasi soal Covid-19 ketika pertama kali masuk ke Indonesia, khususnya Luhut Panjaitan.

Terbaru dari Menko Airlangga yang justru menentang kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dianggap membahayakan bagi perekonomian.

"Harusnya orang-orang yang tadi menganggap Indonesia punya cara yang lebih bermutu di dalam menangani Covid mulai dari Menteri Luhut, Menteri Airlangga, Menteri Erick Thohir," ujar Rocky Gerung.

"Harusnya mereka yang tampil di depan media buat menghadang kemeriahan Indonesia, tapi sekarang dia diam juga," imbuhnya.

"Dicari-cari keterangan apa yang bisa membuat yakin bahwa Presiden sudah berubah pikirannya. Enggak ada satu menteri pun yang mem-back-up itu."

Jakarta Kembali PSBB, Wiku Peringatkan 5 Provinsi dan 10 Kota dengan Kasus Tinggi Covid-19

Rocky Gerung pun mengibaratkan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini seperti orkestrasi yang bunyinya berantakan.

Karena seperti yang diketahui, setiap menteri memiliki pendapat dan pandangannya sendiri-sendiri.

"Jadi terlihat bahwa ini orkestrasi yang berantakan sebetulnya, tapi kita dipaksa terus menonton," kata Rocky Gerung.

Lebih lanjut, Rocky Gerung menyinggung dampaknya yang baru saja diterima oleh Indonesia terkait hubungan internasional dengan negara lain.

59 negara, termasuk negara tetangga, Malaysia, sudah menutup akses bagi seluruh warga negara Indonesia.

"Dan tontonan inilah yang akan dicatat terus menerus diamati oleh Singapura, Vietnam, Jepang, Korea Selatan untuk menentukan diplomasi selanjutnya," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 8.20

Rocky Gerung: Angkat Anies Jadi Komandan Penyelesaian Covid-19 Nasional

Dilansir TribunWow.com dalam kesempatan samaRocky Gerung memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh Anies.

Hal itu diungkapkan dalam tayangan Youtube pribadinya, Rocky Gerung Official, Kamis (10/9/2020).

Meski begitu, Rocky Gerung menilai kebijakan dari Anies tersebut akan terasa percuma ketika yang melakukan itu hanyalah Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akhirnya memutuskan untuk kembali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Senin (14/9/2020).
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akhirnya memutuskan untuk kembali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Senin (14/9/2020). (channel YouTube Najwa Shihab)

 

 Injak Rem Darurat Kembali Terapkan PSBB, Anies Baswedan: Kita Punya Pengalaman di Jakarta

Dalam kesempatan itu, Rocky Gerung juga meminta seharusnya pemerintah bisa menunda kontetasi Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Percuma juga Anies itu lockdown di sini, sementara di daerah dilonggarkan karena soal keperluan untuk pameran investasi masih jalan," ujar Rocky Gerung.

Selain memberikan pujian, Rocky Gerung menilai Anies lah yang memang pantas untuk menangangi pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, ia menyarankan supaya pemerintah mengangkat Anies sebagai komandan penyelesaian Covid-19 nasional.

Karena menurutnya, pengendalian penyebaran Covid-19 di Indonesia memang berhulu dari Jakarta.

Dirinya menambahkan bahwa dengan begitu maka penanganan Covid-19 di Tanah Air bisa satu jalan, tidak ada lagi perbedaan kebijakan, khususnya antara pusat dan daerah.

"Mestinya kalau mau lebih efisien angkat saja Anies Baswedan sebagai komandan penyelesaian Covid nasional," kata Rocky Gerung.

"Gubernur DKI menyelesaikan Covid nasional, sehingga satu paket pikiran," jelasnya.

 Rem Darurat PSBB Dinilai Telat, PSI Sarankan Anies Baswedan Salurkan BLT Dibanding Bansos

Rocky Gerung lantas menyinggung respons Anies pada tujuh bulan lalu ketika Covid-19 pertama masuk ke Republik ini.

Dikatakannya, harusnya memang dari dulu pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo, mendukung kebijakan dari Anies.

"Model Anies dipakai aja, konsekuensi oke akan ada pertengkaran politik," kata Rocky Gerung.

"Tapi Presiden mesti membela proposal Anies yang sejak tujuh bulan lalu dia ajukan sebetulnya," lanjutnya.

"Yang kemudian jadi bahan olok-olok pertengkaran karena kecemburuan, karena persaingan psikologi politik antara Merdeka Utara dengan Merdeka Selatan," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 7.10:

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Rocky GerungVirus CoronaLuhut Binsar PandjaitanCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved