Breaking News:

Polsek Ciracas Diserang

Sosok Prada MI, Provokator Insiden Penyerangan Polsek Ciracas, Dirkumad: Tidak Pernah Bermasalah

Seorang tersangka kasus dugaan penyerangan Polsek Ciracas, Prada MI disebut tak mempunyai catatan yang bermasalah.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Salah seorang tersangka kasus dugaan penyerangan Polsek Ciracas, Prada MI disebut tak mempunyai catatan yang bermasalah.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Hukum Angkatan Darat (Dirkumad) Brigjen TNI Tetty Melina Lubis dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV, Rabu (9/9/2020).

"Yang bersangkutan tidak pernah bermasalah," ujar Tetty.

Tak Hanya Rusak Polsek Ciracas, Terungkap Aksi Brutal Oknum TNI Lukai Warga: Dipukul, Dilindas Motor

Tetty mengatakan, Prada MI masih hidup sendiri alias lajang.

Selama ini, Prada MI juga memiliki tanggung jawab membiayai keempat adiknya.

"Yang bersangkutan juga masih sendiri dan masih mempunyai tanggungan enpat orang adik-adiknya yang harus dibiayai karena yang bersangkutan itu juga anak yatim dari Medan," kata Tetty.

Tetty menambahkan, Prada MI merupakan personel yang diperbantukan di Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) sebagai seorang sopir.

Dalam kasus dugaan penyerangan Polsek Ciracas, penyidik TNI telah menetapkan 56 prajurit sebagai tersangka.

Adapun total jumlah tersangka tersebut terdiri dari 50 prajurit dari matra TNI AD dan 6 prajurit dari matra TNI AL.

Para tersangka kini sudah ditahan.

Terungkap Motif Prada MI Sebar Hoaks hingga Polsek Ciracas Diserang: Takut dan Malu Konsumsi Miras

Dari keseluruhan tersangka, satu di antaranya adalah prajurit TNI AD, Prada MI.

Ia ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (5/9/2020) usai menjalani pemeriksaan secara maraton oleh penyidik.

Saat ini, Prada MI sudah ditahan di Denpom Jaya/II Cijantung.

Penyerangan Polsek Ciracas berawal dari kecelakaan tunggal yang dialami anggota TNI berinisial Prada MI, di sekitar Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, tepatnya di dekat pertigaan lampu merah Arundina pada Sabtu (29/8/2020) dini hari.

Akibat kecelakaan itu, MI menderita luka di bagian wajah dan tubuh.

Kepada pimpinannya, Prada MI mengaku mengalami kecelakaan tunggal.

Namun, informasi berbeda disampaikan MI kepada rekan-rekannya.

MI mengaku dikeroyok sejumlah orang.

Selain itu, para prajurit juga mendapat informasi yang menghina TNI.

Para prajurit tidak mengecek kebenaran informasi terlebih dulu terkait kecelakaan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved