Polsek Ciracas Diserang
Ada Oknum TNI Jarah Makanan saat Menuju Polsek Ciracas, Pangdam Jaya: Gerobak Bakso Digulingkan
Sejumlah warga sipil tak bersalah ikut terkena imbas amukan para oknum TNI yang melakukan penyerbuan ke markas Polsek Ciracas.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
"Ini untuk sementara ditanggulangi oleh Pimpinan TNI AD yang pada dasarnya nanti akan dibebankan kepada para pelaku," jelas Dudung.
Kerugian lebih besar dialami oleh pihak kepolisian, yakni sebesar Rp 1 miliar.
Kendati demikian, pihak kepolisian enggan menerima biaya ganti rugi yang diajukan oleh TNI.
"Namun atas kebijaksanaan Kapolda Metro, untuk kerugian materiil tidak perlu diganti dan akan diatasi oleh Kapolda Metro," terang Dudung.
"Karena menurut Kapolda, pada dasarnya TNI-Polri di lingkungan Jakarta ini tetap solid," tandasnya.
• Kepala Korban Insiden Polsek Ciracas Dipukul hingga Amnesia, sang Istri: Helmnya Hancur
Simak video selengkapnya mulai menit ke-10.07:
Sutiyoso Ungkit Rasa Bosan Pasukan Tempur
Di sisi lain, sebelumnya, melihat insiden Polsek Ciracas, Mantan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn) Sutiyoso menyinggung soal rasa bosan para prajurit yang terus-terusan dilatih tapi tak pernah turun bertempur.
Lewat acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (1/9/2020), awalnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak memungkiri bahwa apa yang dilakukan oleh para oknum itu merupakan hal yang salah.
"Itu sudah pasti tindakan salah," kata Sutiyoso.
"Dan dia akan mendapatkan sanksi yang cukup berat kalau mendengarkan penjelasan Pimpinan Angkatan Darat."
Kemudian Sutiyoso menyoroti mengapa tragedi penyarangan Polsek Ciracas kembali terulang.
Ia lalu bercerita soal pengalamannya selama 25 tahun tergabung di pasukan tempur, yakni Kopasus dan Kostrad.
Puluhan tahun bersama pasukan tempur, Sutiyoso menjelaskan bahwa dirinya telah mengerti seluk beluk sifat pasukan tempur.
Pria yang akrab disapa Bang Yos itu kemudian memaparkan kegiatan prajurit selama di barak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pangdam-jaya-mayjen-tni-dudung-ab9992020.jpg)