Terkini Daerah
Polda Sulsel Bantah Salah Tangkap dan Pukuli Bocah 13 Tahun: Kata Siapa Bukan Pelaku, Ada Buktinya
Pihak kepolisian membantah adanya kasus salah tangkap terhadap bocah berusia 13 tahun yang disebut bukan bagian dari pelaku tawuran.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Foto Korban Viral
Kabar dugaan korban dipukuli oknum polisi viral di media sosial setelah pemilik akun Abdul Karim Makassae mengunggah info tersebut di akun media sosial Facebook.
Dikutip dari Tribun-timur.com, Rabu (26/8/2020), dalam unggahan itu, Karim menuliskan kronologi korban yang diduga dipukul oleh oknum polisi.
"As-Salamu 'Alaykum Tabe' saudaraku Kalau polisi salah tangkap memang harus dipukul sampai berdarah2...muka,wajah sampai2 keluar darah dari mulut dan dihitung TDK sampai disitu kau injak pakai sepeda motor rossimu trus kau suruh org mengaku dan kau ancam klw TDK mengaku TDK dilepas.!!!
Terimakasih banyak pak wartawan yg saya sangat Hormati yang telah mau membantu beban memikul beban kami.
Orang tua mana yg tega anaknya dipukuli apalagi baru lulus sekola dasar ( SD )
Hentikan kebiasaan buruk pak polisi yg selalu lepas tangan "salah tangkap" tapi pukulanmu tdk meleset .... Saya tunggu permintaan ma'af drmu pak polisi yg saya hormati sekta 6 makassar dekat masjid Al-Markaz
Tabe' saudaraku dgn kekuatan kalian , InsyaAllah ini bisa viral," tulis akun Abdul Karim Makassae.
Pada unggahan itu disertakan juga foto korban yang mengalami lebam di bawah mata.
(TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari tribun-timur.com dengan judul Ramai di Facebook, Bocah di Makassar Babak Belur Dipukuli Ternyata Polisi Salah Tangkap, Kompas.com dengan judul "Kronologi Pelajar Babak Belur Dianiaya Polisi, Diduga Jadi Korban Salah Tangkap" dan "Polisi Tegaskan Tak Salah Tangkap Bocah 13 Tahun di Makassar: Ada Buktinya"