Virus Corona
Viral Video Pesta Lautan Manusia di Wuhan Tanpa Protokol Kesehatan, Berdesakan dan Tak Pakai Masker
Baru-baru ini viral sebuah video yang menunjukkan konser dipenuhi lautan manusia di Taman Air Pantai Maya, Wuhan, China.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Baru-baru ini viral sebuah video yang menunjukkan konser dipenuhi lautan manusia di Taman Air Pantai Maya, Wuhan, China.
Dalam video itu tampak mereka tengah berpesta mendengarkan lantunan musik tanpa menaati protokol kesehatan.
Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube South China Morning Post pada Jumat (21/8/2020) terlihat lautan manusia tidak menerapkan jarak sosial.

• Studi Sebut Virus Corona Sudah Ada di Wuhan sejak Agustus 2019, Buktikan Lewat Citra Satelit
Mereka juga berjoget berdempetan tanpa mengenakan masker.
Sedangkan diketahui Wuhan merupakan daerah pertama yang terdampak akibat Covid-19 sebelum akhirnya menjadi pandemi.
Kota berpenduduk 11 juta orang tersebut sempat mengalami lockdown selama 76 hari.
Dalam tiga bulan terakhir, disebutkan sudah tidak ada deteksi kasus virus Corona baru di bagian wilayah Provinsi Hubei tersebut.
Dari video dan gambar yang beredar, tampaknya kondisi Wuhan sudah kembali normal.
Mereka terlihat bersenang-senang tanpa harus khawatir dengan Virus Corona yang sempat melanda.
Orang-orang terlihat menggunakan bantal kolam renang bersantai di atas air.
Selain itu, air juga disemprotkan kepada mereka yang tengah berjoget.
Acara ini menampilkan kolam bola air warna-warni serta kolam renang yang menghadap ke panggung besar.
• Eijkman Sebut Virus Corona di Indonesia Tak Datang Langsung dari Wuhan: Awalnya Kasus Impor
Massa berdesakan-desakan dan sesekali disemprot air agar mereka tetap dingin.
Dikabarkan, Wuhan saat ini sedang mengalami suhu rata-rata di atas 30 derajat dengan kelembapan tinggi.
Dikutip dari ABC, Media lokal memberitakan bahwa ada lebih dari 3.000 orang memadati acara tersebut.
Taman Air Pantai Maya Wuhan adalah bagian dari taman hiburan Wuhan Happy Valley.
Wuhan Happy Valley menjadi satu di antara taman hiburan terbesar di China.
Rupanya, otoritas provinsi Hubei yang telah memberikan tiket gratis bagi masyarakat Wuhan,
Mereka memberikan tiket gratis ke taman hiburan dan situs pemandangan bagi warga Tiongkok hingga akhir tahun.
Hal itu dilakukan demi meningkatkan ekonomi lokal.
• Kepala Laboratorium Wuhan Akui Punya Virus Corona sejak Desember 2019, Sebut untuk Teliti SARS
Sejak pengumuman tersebut, hampir 2,7 juta pengunjung telah menggunakan tawaran itu untuk mengunjungi lokasi-lokasi populer di seluruh provinsi Hubei.
Sementara itu sejumlah video dan gambar yang viral di platform media sosial Tiongkok, Weibo membuat banyak orang merasa lega.
Beberapa orang menganggap, Wuhan berhasil memerangi Covid-19.
"Wuhan menunjukkan hasil yang luar biasa dari memerangi COVID-19," kata seorang pengguna Weibo.
Meski demikian ada pula pengguna yang prihati melihat postingan-postingan tersebut.
Beberapa pengguna khawatir akan keamanan acara tersebut.
"Jika ada satu kasus aktif di kerumunan, hidup kami akan pulih menjadi enam bulan lalu," kata seorang pengguna Weibo.
Sementara itu, lockdown di China dicabut pada April.
Lockdown disebut-sebut sebagai keberhasilan China menekan pertumbuhan Virus Corona.
• Kisah Penulis Buku Harian soal Corona di Wuhan, Dicap Pengkhianat dan Jadi Sasaran Warganet China
Lihat videonya berikut:
Kepala Laboratorium Wuhan Akui Punya Virus Corona sejak Desember 2019
Pihak laboratorium Wuhan, China akhirnya mengakui bahwa mereka telah memiliki Virus Corona, namun tak diketahui yang menyebabkan Covid-19 saat itu.
Dilansir TribunWow.com dari aljazeera, Rabu (27/5/2020), sebelumnya muncul tudingan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa pandemi Virus Corona berasal dari lab Wuhan.
Menanggapi hal itu, pihak laboratorium menilai pernyataan Trump adalah 'fabrikasi murni'.
• Alasan Keselamatan Pasien, WHO Hentikan Uji Klinis Hydroxychloroquine untuk Obat Covid-19
Diketahui, para ilmuwan berpikir Virus Corona baru, yang pertama kali muncul di kota Wuhan di China Tengah dan telah menewaskan lebih dari 340.000 orang di seluruh dunia, berasal dari kelelawar dan bisa ditularkan ke manusia melalui mamalia lain.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan komunitas intelijen AS mengatakan virus itu tampaknya berasal dari alam.
Dalam wawancara yang difilmkan pada 13 Mei tetapi disiarkan pada Sabtu (24/5/2020) malam, Direktur Laboratorium Wuhan, Wang Yanyi memberikan penjelasan soal Virus Corona yang ada di labnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengisolasi dan memperoleh beberapa jenis Virus Corona dari kelelawar.
Hal itu dilakukan saat melakukan penelusuran sumber SARS yang mewabah 20 tahun lalu, sebelum Covid-19 merebak.
Wang mengatakan laboratorium itu memiliki "tiga jenis virus hidup", tetapi mengatakan tidak ada yang secara genetik sangat dekat dengan SARS-CoV-2.
Dengan yang terdekat hanya mencapai 79,8 persen kesamaan.
• Reaksi Trump saat Tahu Obat Corona yang Dikonsumsinya Justru Tingkatkan Risiko Kematian Pasien
Lebih lanjut, Wang mengatakan bahwa Virus Corona yang menyebabkan Covid-19 terlalu berbeda dari virus penyebab SARS yang dipelajari sebagai bagian dari penelitian sebelumnya.
"Kita tahu bahwa seluruh genom SARS-CoV-2 hanya 80 persen mirip dengan SARS. Ini perbedaan yang jelas," kata Wang.
"Jadi, (dalam penelitian tentang SARS) mereka tidak memperhatikan virus seperti itu yang kurang mirip dengan virus SARS."
Kami bahkan tidak tahu virus itu ada
Laboratorium Wuhan mengatakan pertama kali menerima sampel dari Virus Corona yang saat itu tidak diketahui yang menyebabkan Covid-19 pada 30 Desember.
Kemudian para ilmuwan di laboratorium menentukan urutan genom virus pada 2 Januari dan mengirimkan informasi tentang patogen ke Organisasi Kesehatan Dunia pada Januari 11.
Wang mengatakan dalam wawancara bahwa sebelum menerima sampel pada bulan Desember, tim mereka tidak pernah "menemukan, meneliti atau menyimpan virus".
"Setelah kami memeriksa patogen sampel, kami menemukan itu mengandung Virus Corona baru," ujar Wang dikutip dari nzherald.co.nz, Minggu (25/5/2020).
• Anies Baswedan Sebut Kabar Mal di Jakarta Buka pada Juni 2020 Hanyalah Imajinasi dan Fiksi
• Bahas New Normal, Mahfud MD Ungkap Meme Kiriman Luhut Pandjaitan: Corona Itu seperti Istri
"Kami tidak memiliki pengetahuan sebelumnya, kami juga tidak pernah bertemu, meneliti atau menyimpan virus."
"Sebenarnya, seperti orang lain, kami bahkan tidak tahu tentang keberadaan virus (Covid-19), jadi bagaimana itu bisa bocor dari lab kami ketika kami tidak memilikinya?"
Rumor konspirasi bahwa laboratorium keamanan hayati yang terlibat dalam wabah telah mencuat selama berbulan-bulan, sebelum Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membawa teori tersebut ke dalam arus utama pada bulan April.
Pihak Trump mengklaim bahwa ada bukti patogen berasal dari lembaga tersebut.
AS dan Australia telah menyerukan dalam beberapa pekan terakhir untuk penyelidikan tentang asal-usul pandemi ini.
Sementara itu, ilmuwan China mengatakan virus itu pertama kali muncul di pasar yang menjual hewan hidup di Wuhan, meskipun para pejabat di Beijing baru-baru ini meragukan asal-usulnya.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada hari Minggu mengecam apa yang disebutnya upaya oleh politisi AS untuk "mengarang rumor" tentang asal-usul patogen dan "menstigmatisasi China".
Dia mengatakan China akan "terbuka" untuk kerja sama internasional untuk mengidentifikasi sumber Virus Corona baru, selama setiap penyelidikan "bebas dari campur tangan politik".
Di sisi lain, WHO mengatakan Washington tidak menawarkan bukti untuk mendukung klaim "spekulatif" tentang laboratorium Wuhan. (TribunWow.com/Mariah Gipty/Lailatun Niqmah)