Virus Corona

Reaksi Trump saat Tahu Obat Corona yang Dikonsumsinya Justru Tingkatkan Risiko Kematian Pasien

Para peneliti mewanti-wanti bahwa hidroksiklorokuin sebaiknya tidak diberikan di luar uji klinis.

AFP/MANDEL NGAN
Presiden AS Donald Trump berbicara saat pengarahan harian tentang Virus Corona di Brady Briefing Room di Gedung Putih Washington, DC. pada 23 April 2020 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah kajian yang dimuat jurnal ilmiah, Lancet menyebut obat Virus Corona yang dikonsumsi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru meningkatkan risiko kematian pasien.

Dikutip dari BBC, obat antimalaria hidroksiklorokuin yang dikonsumsi orang nomor satu di AS itu disebut sama sekali tidak ada manfaatnya pada pasien Covid-19.

Diketahui, sampai saat ini tidak ada uji klinis yang merekomendasikan obat tersebut pada pasien Virus Corona jenis baru.

China Catat Nol Kasus Baru Covid-19, Pertama Kali sejak Pandemi Virus Corona Merebak

Meski obat tersebut aman bagi pasien malaria dan pasien lupus atau arthritis.

Kajian terbaru melibatkan 96.000 pasien Covid-19.

Dari jumlah itu, hampir 15.000 di antara mereka diberikan hidroksiklorokuin, baik sebagai obat tunggal maupun dengan didampingi antibiotik.

Hasil kajian menyebutkan: pasien-pasien yang besar kemungkinan meninggal di rumah sakit dan mengalami komplikasi detak jantung adalah mereka yang mengonsumsi hidroksiklorokuin.

Tingkat kematian antara kelompok pasien Covid-19 sebagai berikut: hidroksiklorokuin 18%; klorokuin 16,4%, pasien-pasien yang tidak mengonsumsi hidroksiklorokuin dan klorokuin 9%.

Adapun pasien yang diberikan hidroksiklorokuin atau klorokuin yang digabungkan dengan antibiotik, tingkat kematian mereka bahkan lebih tinggi.

Para peneliti mewanti-wanti bahwa hidroksiklorokuin sebaiknya tidak diberikan di luar uji klinis.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: BBC Indonesia
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved