Terkini Nasional
KAMI akan Jadi Parpol? Gatot Nurmantyo: Kalau KAMI Berubah, Saya Tak akan Ada di Sini
Presidium KAMI Gatot Nurmantyo tegas membantah bahwa ada kemungkinan KAMI akan menjadi sebuah partai politik.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo baru saja menghadiri acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Solo.
Pria yang kini menjadi Presidium KAMI tersebut secara langsung datang ke kampung halaman Presiden Joko Widodo (Jokowi), dua hari pasca deklarasi KAMI di Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Gatot juga membantah terkait isu KAMI dikaitkan atau mengarah ke partai politik.

• Mengaku Pernah Dituding Ingin Gulingkan Jokowi, Deklarator KAMI: Pak Tito Menyerah Berdebat
Dikutip dari YouTube Kompastv, Kamis (20/8/2020), awalnya Gatot menjelaskan harapannya dengan melakukan deklarasi KAMI di Solo.
"Kami mengharapkan kehidupan bangsa ini lebih baik lagi," kata dia.
Kemudian muncul pertanyaan dari wartawan soal kaitan KAMI dan Parpol.
"Apakah nanti akan mengarah ke Parpol?" tanya seorang wartawan.
Mendengar pertanyaan tersebut, Gatot tegas membantah bahwa KAMI mengarah kepada pembentukan partai politik.
"Saya tidak," kata Gatot.
"Jadi ingat, kalau KAMI ini akan berubah menjadi Parpol, pasti saya tidak akan ada di sini," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gatot juga dicecar pertanyaan seputar agenda 2024.
Namun eks Panglima TNI kelahiran Tegal itu memilih bungkam dan tak menjawab pertanyaan tersebut.
• Arteria Dahlan Tak Mau Anggap KAMI Barisan Sakit Hati: Kami Tidak Alergi Kritik
Ketua KAMI Solo: Ditindas Atau Melawan
Ketua KAMI Solo Mudrick SM Sangidu menyebut kondisi Indonesia saat ini ibaratnya kapal oleng yang mana nahkodanya harus diganti.
Dikutip dari TribunSolo.com, Kamis (20/8/2020), Mudrick tak menyebutkan dengan jelas siapa yang dimaksud dengan nahkoda yang harus diganti.
"Nahkoda tidak bisa menyelamatkan, ganti Nahkoda," kata dia.
Deklarasi KAMI di Solo diselenggarakan di Gedung Umat Islam Surakarta, Jalan Kartopuran No. 241A Jayengan Serengan.
Para peserta datang dari kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.
Presidium KAMI Gatot Nurmantyo pun langsung datang menghadiri acara tersebut.
Mudrick menuturkan, KAMI hadir untuk memberikan kritik kepada pemerintah.
"Ini gerakan moral aksi untuk menyelamatkan Indonesia," papar dia.
"Banyak yang menanyakan, kenapa menyelamatkan. Kelahiran kami mendapat dukungan seluruh Indonesia."
"Tujuannya satu, kami ingin mengingatkan ini gerakan moral."
"Kita diam ditindas atau kita melawan" lanjutnya.
Seperti yang diketahui, deklarasi gerakan KAMI di Jakarta dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo hingga Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
Selain itu banyak pula para pengamat yang bergabung seperti Rocky Gerung, Refly Harun hingga Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu.
• PDIP Bantah Jokowi Anti Kritik, Deklarator KAMI: Adu Konsep Saja Siapa yang Lebih Dipercaya Rakyat
Simak video selengkapnya mulai menit ke-3.00:
Di ILC, Gatot Umbar Rasa Sakit Hati
Sebelumnya diberitakan, Presidium KAMI Gatot Nurmantyo akhirnya kembali muncul di depan layar kaca.
Gatot Nurmantyo hadir di acara Indonesia Lawyers Club yang mengusung tema #ILCIndonesiaMaju pada Selasa (18/8/2020)
Dalam kesempatan itu, Gatot Nurmantyo mengungkapkan rasa sakit hatinya pada keadaan Indonesia saat ini.
Mulanya, Gatot mengatakan bahwa dirinya sering berkonsultasi dengan sejumlah tokoh untuk membahas permasalahan negara saat ini.
Pertemuan kecil itu semakin hari melebar, diikuti banyak tokoh lainnya hingga dibentuklah KAMI.
"Maka saya konsultasilah dengan Pak Bachtiar Hamzah senior saya, sama dengan Pak Kaban, Pak Din Syamsudin, Pak Abdullah Yahya, Bu Chusnul juga."
"Kelompok kecil itulah bicara-bicara. Melebar-melebar masing-masing, Pak Said Didu, awalnya dengan Bang Yani, dengan Pak Nainggolan dan sebagainya," jelas Gatot.
Gatot mengatakan bahwa semua tokoh yang berdiskusi dengannya termasuk dirinya merasa sakit hati dengan kondisi krisis akibat pandemi Covid-19.
"Ini memang kita semua sakit hati, sakit hatinya adalah kondisi seperti ini maka kita bersama-sama menyampaikan suara hati nurani rakyat."
"Kondisi sekarang ini tidak normal memang, dengan terjadi Covid ini terjadi pembekuan, proses pembekuan," ucap Jenderal TNI 60 tahun ini.
• Di ILC, Pandu Riono Sebut Indonesia Gagal Tangani Covid-19: Pak Jokowi Harus Memimpin Langsung
Ia khawatir pembatasan-pembatasan yang terjadi di segala aspek nantinya bisa membuat hubungan rakyat dan pemerintah tidak menjadi baik.
Sehingga, Gatot merasa hal itu perlu diingatkan kepada pemerintah.
"Antara murid dengan guru, antara murid dengan dosen, antara manajer dengan pekerja, antara pemilik hotel dengan tamu, proses pembekuan."
"Akumulasi ini bisa terjadi pembekuan antara raktyat dan pemerintah, ini yang berbahaya maka harus diingatkan," kata dia.
Gatot menegaskan, ia tidak ingin menjadi pasif dan tidak bersuara dalam menangani krisis akibat pandemi Covid-19 yang mengguncang Indonesia kini.
"Kita tidak mau dalam kondisi seperti ini kita diam-diam saja, ini latar belakangnya," pungkasnya.
• Di ILC, Ridwan Kamil Bantah Jadi Relawan Kelinci Percobaan Vaksin Corona: Semata-mata Gestur
Lihat videonya mulai menit ke-4:20:
(TribunWow.com/Anung/Gipty)
Sebagian artikel ini diolah dari Tribunsolo.com dengan judul Kritisi Kebijakan Pemerintah saat Deklarasi KAMI di Solo, Mudrick: Negara Ibarat Kapal Oleng