Terkini Nasional
Mengaku Pernah Dituding Ingin Gulingkan Jokowi, Deklarator KAMI: Pak Tito Menyerah Berdebat
Syahgonda Nainggolan mengaku pernah ditangkap oleh aparat berwajib lantaran dituding hendak menggulingkan pemerintahan Jokowi pada tahun 2016 lalu.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Deklarator KAMI Syahganda Nainggolan mengaku pernah berurusan dengan pihak kepolisian lantaran dituding hendak menggulingkan pemerintah.
Pada kejadian yang terjadi di tahun 2016 tersebut, Syahganda mengatakan, dirinya bisa selamat karena memiliki teman di lingkup kekuasaan.
Syahganda mengklaim, dirinya juga sempat berdebat dengan Tito Karnavian yang pada tahun 2016 lalu menjabat sebagai Kapolri.

• Arteria Dahlan Tak Mau Anggap KAMI Barisan Sakit Hati: Kami Tidak Alergi Kritik
Dikutip dari YouTube tvOneNews, Rabu (19/8/2020), awalnya Syahganda menilai tidak ada perbedaan pada masa pemerintahan era Soeharto dan era Jokowi.
"Saya mengalami dua kejadian di mana saya di masa lalu berpersepsi bahwa otoritarian itu hanya mungkin terjadi dalam sebuah rezim fasis model Pak Harto," kata Syahganda.
"Tapi ternyata di masa Jokowi saya mengalami hal yang sama," lanjutnya.
Ia lalu mengungkit kejadian pada tahun 2016 lalu saat dirinya bersama Rahmawati Soekarnoputri mengumpulkan ratusan tokoh di Universitas Bung Karno.
Kala itu dirinya sempat berurusan dengan pihak kepolisian.
"Pada saat mendekati 212, saya langsung dipanggil polisi, yang lain ditangkap," kata Syahganda.
"Untung ada beberapa teman saya di dalam lingkungan kekuasaan, terutama teman-teman saya di IPB yang sekarang menjadi menteri saat ini, mereka menyelamatkan saya," lanjutnya.
Kala itu, Syahganda mengaku sempat meminta penjelasan dari Tito Karnavian.
Syahganda bercerita, dirinya saat itu dituding hendak menggulingkan pemerintahan Jokowi.
"Tapi saya datang ke Pak Tito Karnavian, ke rumahnya waktu itu," kata dia.
"Percaya enggak kamu demokrasi, saya bilang," ucap Syahganda kepada Tito saat itu.
"Pak Tito langsung terkejut saya gituin (tanyakan)."