Virus Corona
Direktur LBME Akui Terlambat dalam Mengembangkan Vaksin, Ungkap Alasannya: Baru Mulai Bulan April
Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio memberikan penjelasan terkait pengembangan vaksin Virus Corona (Covid-19).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio memberikan penjelasan terkait pengembangan vaksin Virus Corona (Covid-19).
Dilansir TribunWow.com, Amin Soebandrio mengatakan bahwa saat ini pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia sudah memasuki uji klinis tahap ketiga yang sedang digarap oleh Bio Farma.
Vaksin tersebut didatangkan dari China dengan nama vaksin Sinovac.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (11/8/2020).

• Di ILC, Pandu Riono Sebut Indonesia Gagal Tangani Covid-19: Pak Jokowi Harus Memimpin Langsung
Dalam kesempatan tersebut, dirinya berharap pengujian vaksin Sinovac tahap ketiga memberikan hasil yang positif sehingga bisa segera diedarkan dan disuntikkan kepada masyarakat Indonesia yang sudah menunggu cukup lama.
Selain mengembangkan vaksin Sinovac, pemerintah Indonesia juga sudah merencanakan memproduksi vaksin sendiri.
Dikatakannya bahwa hal itu dilakukan lantaran sudah menjadi stategi dengan memadukan vaksin buatan sendiri dengan vaksin buatan negara lain.
"Kita sudah menyaksikan semua dimulai uji klinik fase ketiga dari vaksin Sinovac ini," ujar Amin Soebandrio.
"Tentu kita semua mengharapkan hasilnya akan baik, sehingga itu akan bisa dipakai," harapnya.
"Pertanyaan yang banyak sekali diajukan, kalau sudah ada vaksin itu ngapain kita bikin vaksin sendiri. Sebetulnya kita sudah cukup lama menggunakan, intinya adalah kita ada dua strategi," terangnya.
Karena menurutnya, vaksin buatan Tanah Air tentunya lebih sesuai dengan karakteristik virus yang beredar maupun kondisi dari masyarakatnya sendiri.
Dirinya menambahkan produksi vaksin sendiri tersebut diharapkan mampu memenuhi separuh dari kebutuhan vaksin Indonesia.
• Minta Jokowi Ganti Nama Kabinetnya Jadi Kabinet Covid, Pandu Riono: Sampai Selesai Masih Ada Masalah
"Yang utama adalah mengembangkan kemampuan dan kapasitas membuat vaksin sendiri yang berdasarkan informasi dari virus yang beredar di Indonesia yang kemudian dikembangkan di Indonesia oleh anak-anak Indonesia dan untuk orang-orang Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut, Amin Soebandrio mengakui bahwa memang ada keterlambatan dalam pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia dibandingkan negara-negara lain, terlebih China.
Alasannya menurutnya lantaran waktu penyebaran virus di Indonesia yang baru masuk pada bulan Maret.
Berbeda dengan China yang menjadi negara pertama terdampak Covid-19.
Praktis pengembangan vaksin pun lebih dulu dilakukan.
"Kenapa ada vaksin dari tempat lain, kita menyadari bahwa kita mulainya memang agak terlambat bahwa China dan negara-negara lain Januari itu sudah mulai mengembangkan vaksin," kata Amin Soebandrio.