Virus Corona
Khawatir Muncul Klaster Baru Corona, FSGI Keberatan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning Dibuka
Selain anggaran yang dibutuhkan untuk menerapkan protokol kesehatan tidak ada, pemerintah juga tidak memiliki aturan yang jelas terkait pengawasan.
Editor: Lailatun Niqmah
"Zona-zona itu menyesatkan. Justru semua daerah harus waspada tinggi. Kita berada di era pandemi dan penularan penyakit bukan berdasarkan wilayah tapi gerak penduduk," ujar Pandu Riono dengan nada geram.
Sistem zonasi dibagi menjadi tiga oleh pemerintah yakni merah, kuning atau oranye, dan hijau. Merah berarti bahaya karena tingkat penularan tinggi.
Sementara kuning atau oranye artinya penyebaran Covid-19 rendah dan hijau adalah tidak terdampak atau tidak ada kasus baru.
Hanya saja menurut Pandu, pembagian zona tersebut tidak akurat. Sebab penentuan suatu daerah menjadi merah, kuning, atau hijau, bergantung pada pengujian.
"Tes ini juga tergantung pada kapasitas atau kepala daerah dalam mendorong adanya testing. Ada daerah yang tidak melakukan demi citra daerah hijau karena jelang pilkada. Istilah zona-zona itu tidak terinformasikan secara akurat."
"Ini (zona) kesalahan fatal Satgas untuk membuka kembali ekonomi berdasarkan kasus."
Itu mengapa ia mengusulkan Mendikbud merancang kurikulum baru yang bisa beradaptasi di tengah pandemi sehingga bisa berjalan secara berkelanjutan.
"Harusnya Mendikbud berpikir bagaimana belajar di era pandemi terus berlangsung sehingga zona-zona itu menjadi tidak penting."
Opsi yang coba ia lontarkan adalah kurikulum kombinasi atau hibrid yakni memasukkan beberapa kegiatan tatap muka dan nontatap muka.
"Misalnya ada tatap muka tapi tidak setiap hari. Lima hari belajar, tapi tatap muka cuma dua hari itupun tiga jam setiap hari. Dengan begitu intensif dibina. Kalau semua masuk kelas, akan ada kluster baru penyebaran."
Pandu juga meminta Kemendikbud berkaca pada kejadian penutupan sekolah di sejumlah negara seperti Israel, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
Di Israel misalnya, seluruh siswa akhirnya dirumahkan karena menyebarnya Covid-19. Dalam hitungan hari, virus menyebar ke rumah siswa dan lingkungan sekitar. Ratusan guru, siswa, dan keluarga, diketahui terinfeksi Covid-19.
Begitu pula di Negara Bagian Georgia, AS, lebih dari 200 karyawan sekolah dilarang bekerja. Sedangkan di Negara Bagian Indiana, siswa menengah beralih ke pembelajaran jarak jauh atau online setelah dua hari kembali ke sekolah.
Apa jawaban pemerintah?
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, mengklaim keputusan pemerintah membuka kembali sekolah di zona kuning dan hijau, dilakukan dengan sangat hari-hati dan tidak terburu-buru.