Breaking News:

Misteri Kematian Yodi Prabowo

Kriminolog UI Ungkap Dugaan Alasan Yodi Prabowo Bunuh Diri Gunakan Pisau: Bukannya Tanpa Kelemahan

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menganalisis kematian editor Metro TV Yodi Prabowo.

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Capture YouTube Najwa Shihab
Kriminolog Adrianus Meliala menganalisis kasus tewasnya editor Metro TV Yodi Prabowo, dalam acara Mata Najwa, Rabu (29/7/2020). 

Setelah mendengar rilis polisi pada Sabtu (25/7/2020) lalu, Turinah tetap pada keyakinannya bahwa Yodi dibunuh.

"Kami yakin anak kami tidak bunuh diri, itu pasti ada pelakunya," tegasnya.

Hal itu ia ungkapkan mengingat seluruh barang bukti tertuju pada putranya sebagai pelaku tunggal.

Meskipun begitu, Turinah menilai sang pelaku dapat saja merekayasa tempat kejadian perkara (TKP) sehingga tampak seperti bunuh diri.

Seperti diketahui, pada pisau yang ditemukan di TKP ditemukan sidik jarinya sendiri.

Selain itu DNA rambut yang ditemukan di sekitar jenazah Yodi adalah miliknya sendiri.

"Enggak mungkin, pasti 'kan seseorang melakukan kejahatan enggak mungkin dia terang-terangan, 'Ini lho barang buktinya'," ungkap Turinah.

Ibunda editor Metro TV Yodi Prabowo, Turinah, yakin putranya tidak bunuh diri, dalam acara Mata Najwa, Rabu (29/7/2020).
Ibunda editor Metro TV Yodi Prabowo, Turinah, yakin putranya tidak bunuh diri, dalam acara Mata Najwa, Rabu (29/7/2020). (Capture YouTube Najwa Shihab)

 Kriminolog UI Bicara soal Dugaan Yodi Prabowo Bunuh Diri: Ada Tekanan yang Memunculkan Kemarahan

"Nanti dia cepat ketangkep kalau begitu," komentarnya.

Turinah bahkan menduga ada skenario yang dirancang pelaku untuk merekayasa kematian Yodi.

"Kalau saya pikir itu ada skenario hebat di dalamnya, jadi dirancang seakan-akan anak saya bunuh diri," kata sang ibu.

"Kalau saya berkeyakinan begitu. 'Kan bisa aja," tambahnya.

Sementara itu polisi menyimpulkan Yodi Prabowo bunuh diri berdasarkan analisis terhadap luka-luka tusuk di bagian dada.

Hal itu disampaikan dokter forensik dr Arif Wahyono dalam rilis saat konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (25/7/2020) lalu.

"Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain selain luka tusuk di dada atau luka kekerasan tajam di dada sebanyak empat kali," kata dr Arif Wahyono.

Menurut dr Arif, dua luka tusuk yang dibuat adalah luka dangkal.

Pada luka ketiga baru mulai agak dalam dan akhirnya luka keempat merobek organ dalam.

"Luka tersebut sampai menembus atau memotong bagian bawah paru-paru," ungkapnya.

Luka semacam itu disebut wajar dilakukan korban bunuh diri sebagai percobaan sebelum mengakhiri hidupnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Tags:
Misteri Kematian Yodi PrabowoYodi PrabowoMata Najwa
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved