Pilkada Serentak 2020
Akhyar Nasution Nyebrang ke Demokrat di Pilkada Medan, Deddy Sitorus: Kenapa PDIP Tak Mau Pakai Lagi
Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus memberikan tanggapan terkait fenomena menyeberangnya Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution ke Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
"Pertanyaannya kenapa PDIP tidak mau pakai lagi?"
"Tadi kan sudah dijelaskan, kenapa seorang kader tidak diteruskan sebagai petahana," tutup Deddy Sitorus.
Simak videonya mulai menit ke- 4.38
Deddy Sitorus Tak Ingin Zalim soal Isu Dinasti Politik
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus buka suara terkait ramainya isu dinasti politik menjelang kontestasi Pilkada Serentak 2020.
Dilansir TribunWow.com, Deddy Sitorus mengaku tidak akan menyikapi dengan zalim terkait kondisi politik tersebut.
Dirinya juga tidak membenarkan ketika ada anggapan bahwa anak elit politik tidak layak menjadi pemimpin politik.
Hal itu disampaikan dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam 'tvOne', Senin (27/7/2020).
• Alasan Banyaknya Isu Dinasti Politik, Ray Rangkuti: Parpol Kita Milik Per Orangan Bukan Milik Publik
"Kita juga harus paham bahwa menjadi zalim adanya ketika kita mengatakan bahwa namanya anak pejabat atau anak elit politik tidak bisa menjadi pemimpin politik," ujar Deddy Sitorus.
"Itu kan kita menjadi bersikap zalim kalau menurut saya," tegasnya.
Deddy Sitorus lantas membuktikannya dengan mencontohkan nama Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus merupakan anak dari Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno, Megawati Soekarnoputri.
Menurutnya, peran Megawati di PDIP sangat besar dan bisa dikatakan cukup sukses.
"Kita sudah buktikan seorang Ibu Megawati anak dari Bung Karno, mampu bertahan begitu lama dalam pentas politik dan menghasilkan kader-kader politik maupun kemenangan politik," ungkapnya.
Tidak hanya itu, dirinya kembali mencontohkan keturunan dari Megawati, yakni Puan Maharani.
Dikatakannya bahwa Puan Maharani sukses meneruskan tonggak perjuangan dari Megawati.
• Sebelumnya Bantah Dinasti, Deddy Sitorus Akui Usung Gibran Ada Faktor Jokowi: Waktu yang Tepat